Waktu Telah Lewat 72 Jam, Belum ada Kabar Ditemukannya KRI Nanggala 402 Beserta Para Awak
Proses pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di laut Bali telah lewat dari 72 jam.
Lalu bagaimana kebutuhan alutsista dalam negeri saat ini, khususnya angkatan laut?
Respon Prabowo
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan respon atas bantuan yang diberikan oleh Australia dan India dalam pencarian KRI Nanggala 402.
Menteri Perhahanan Prabowo Subianto secara khusus menyampaikan terimakasih kepada negara-negara sahabat yang telah memberikan dukungan dalam proses pencairan kapal selam KRI Naggala 402.
Seperti kita ketahui, KRI Nanggala 402 hilang kontak sejak Rabu 21 April di perairan Bali.
"Atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Australia dalam tragedi hilangnya kontak KRI Nanggala 402 melalui Menteri Pertahanan Yang Mulia @PetterDutton_MP," kata Prabowo melalui akun twitter terkonfirmasi pada Jumat 23 April petang.
Pada twit berikutnya Prabowo Subianto juga menyampaikan terimakasih atas dukungan terhadap pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak kepada Menteri Pertahanan India.
"Kami juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Menteri Pertahanan India H. E. @rajnathsingh dalam proses pencarian KRI Nanggala 402. Semoga mendapatkan hasil yang kita harapkan" katanya.
Seperti kita ketahui hari ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengerahkan 21 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk melakukan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan Bali pada Rabu 21 April pukul 03.00 dini hari.
"Dari 21 KRI yang kerahkan untuk mencari KRI Nanggala 402 salah satunya adalah kapal selam KRI Alugoro-405. Selain 21 KRI yang melakukan pencarian TNI juga dibantu beberapa kapal dari Polri dan Basarnas,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad saat memberikan keterangan pers mengenai perkembangan pencarian KRI Nanggala-402, di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali, Jumat 23 April 2021.
Achmad Riad menyebutkan, bantuan dalam pencarian KRI Nanggala-402 datang dari beberapa negara sahabat seperti Singapura, Malaysia, Australia dan India.
Beberapa kapal bantuan dari negara sahabat dalam pencarian KRI Nanggala 402 diantaranya seperti MV Swift Rescue (Singapura), MV Mega Bhakti (Malaysia), HMAS Ballarat dan HMAS Sirius (Australia) serta SCI Sabarmati (India).
Berdasarkan laporan terakhir, KRI Rimau-724 mendeteksi satu titik magnet yang kuat yang diduga lokasi KRI Nanggala 402.
Selanjutnya TNI menerjunkan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan sonar bawah laut untuk memastikan temuan KRI Rimau tersebut apakah KRI Nanggala 402 atau bukan.
Berdasarkan informasi dari KRI Rimau-724 tersebut menurut Achmad Riad, saat ini tim melakukan fokus pencarian KRI Nanggala-402 berada di area ditemukannya tumpahan minyak dan deteksi benda bermagnet tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/tenggelam-kapal-kri-nanggala-402.jpg)