Breaking News:

Larangan Mudik Idulfitri 2021

Orang dengan Keperluan Ini Diizinkan Bepergian Selama Larangan Mudik Idulfitri 2021

Larangan mudik Lebaran 2021 di tengah Pandemi Covid-19 akan dikecualikan bagi keperluan bekerja dan kunjungan duka atau sakit. 

TRIBUNPALU.COM
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Mohamad Arif 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu Muhammad Arif Lamakarate mengatakan, larangan mudik Lebaran 2021 di tengah Pandemi Covid-19 akan dikecualikan bagi keperluan bekerja dan kunjungan duka atau sakit. 

Selama larangan mudik itu, kata Arif, juga akan dilakukan operasi skrinning dokumen surat izin perjalanan di setiap pos masuk atau pintu kedatangan. 

"Kelompok masyarakat yang diperbolehkan bepergian, yaitu kunjungan duka atau berobat dan perjalanan dinas. Tanggal berapa pun dibolehkan, tidak ada batas," kata Arif, Minggu (25/4/2021). 

Pemerintah resmi memperluas periode larangan mudik Lebaran 2021 yang dimulai 22 April hingga 24 Mei 2021.

Perluasan larangan mudik Lebaran 2021 tertuang dalam Addendum (peraturan tambahan) Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021.

Baca juga: Trik Tukang Ojek Pangkalan Terminal Induk Mamboro Dapatkan Penumpang di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: UTBK-SBMPTN Untad Gelombang Kedua Dimulai Besok

Baca juga: Ini Jawaban KSAL Soal Nasib 53 Awal Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Tenggelam di Perairan Bali

Meski demikian, kata Arif, moda transportasi tetap bisa beroperasi selama pelaksanaan larangan mudik berlangsung. 

"Kegiatan jasa angkutan umum masih tetap jalan. Hanya saja kuantitasnya mungkin berkurang karena adanya larangan mudik tadi. Perusahaan transportasi juga akan mempertimbangkan hal itu," ungkapnya. 

Arif menuturkan, sudah setahun lebih pemerintah berusaha menangani penyebaran Covid-19 di daerah. 

Pemerintah meniadakan mudik Lebaran tahun ini, kata dia, demi mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

"Risiko penularan dapat terjadi saat seseorang dalam perjalanan ke kampung halaman atau mudik. Sejatinya pemerintah tidak melarang mudik karena itu bagian dari budaya masyarakat kita. Hanya saja ini upaya untuk menekan penyebaran Covid-19," kata Arif. (*)

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved