Kamis, 21 Mei 2026

Trending Topic

Sosok CEO Air Super Jet Ari Azhari, Maskapai Baru Murah dan Sasar Milenial

Tak ayal, maskapai ini santer dikaitkan dengan Lion Group, hingga bos Lion Air Rusdi Kirana disebut-sebut sebagai sosok pendiri dan pemilik.

Tayang:
Editor: mahyuddin
handover/instagram
Bisnis penerbangan Tanah Air kedatangan pemain baru seiring diperkenalkannya maskapai penerbangan baru bernama Super Air Jet yang akan mengudara dalam waktu dekat ini. 

Ari Azhari juga sempat buka suara mengenai sejarah berdirinya maskapai Super Air Jet yang diperkenalkan di tengah situasi pandemi Covid-19.

Ari Azhari menjelaskan bahwa Super Air Jet didirikan pada Maret 2021. Maskapai ini telah memiliki kode penerbangan “IU” dari IATA (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) dan “SJV” dari ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional).

“Super Air Jet merupakan maskapai penerbangan swasta baru kategori layanan pengangkutan penumpang berjadwal harian yang berasal dari Indonesia dan sepenuhnya dimiliki atas penyertaan modal orang lokal (dalam negeri),” ungkapnya.

Dengan begitu, Super Air Jet didirikan dengan 100 persen modal dalam negeri.

Ini artinya pendirian Super Air Jet dilakukan tanpa suntikan modal dari luar negeri atau modal asing.

Orang-orang di balik operasional Super Air Jet juga bukan orang baru pada bisnis penerbangan Indonesia.

Ari Azhari sendiri tercatat pernah memegang jabatan penting di maskapai Lion Air sebagai General Manager Service Lion Group.

Tak ayal, maskapai ini santer dikaitkan dengan Lion Group, hingga bos Lion Air Rusdi Kirana disebut-sebut sebagai sosok yang mendirikan sekaligus pemilik Super Air Jet.

Kendati begitu rupanya Super Air Jet bukan bagian maupun anak usaha dari Lion Group. Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com menyebut bahwa Super Air Jet berbeda atau terpisah dengan Lion Group.

Hanya saja, ketika ditanya apakah Super Air Jet dimodali Rusdi Kirana, Danang belum memberikan jawaban hingga tulisan ini disusun.

Yang jelas, Ari Azhari dalam keterangannya sempat mengulas mengenai adanya sumber daya manusia (SDM) yang berpengalaman puluhan tahun dalam pengoperasian Super Air Jet.

“Super Air Jet didirikan oleh praktisi yang telah memiliki pengalaman dalam mengelola dan menjalankan operasional penerbangan serta didukung sumber daya manusia (SDM) memenuhi standar kualifikasi, sehingga mampu dan menguasai bidang tugas sesuai profesinya,” tegasnya.

“Super Air Jet telah melakukan standarisasi pelatihan bagi manajemen, seluruh awak pesawat, karyawan agar semakin meningkatkan keamanan dan pelayanan kepada para penumpang mendatang,” sambungnya.

Berkonsep Low Cost Carrier

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, kehadiran maskapai baru berkonsep low cost carrier (LCC), Super Air Jet dinilai luar biasa di tengah pandemi.

Ia mengatakan, Super Air Jet merupakan maskapai baru yang hadir di Indonesia setelah 10 tahun terakhir, tidak ada lagi pemain baru.

"Saya lihat kehadiran Super Air Jet merupakan kejelian pengusaha di tengah pandemi. Mereka membeli atau mengadakan pesawat dengan harga murah karena selama pandemi banyak airlines yang mengembalikan pesawat, tak mampu lanjutkan kontrak atau tidak mampu membayar sewa," jelasnya saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (3/5).

Ia melanjutkan, kehadiran maskapai baru tersebut juga menjadi jawaban perusahaan penyewaan (leasing) yang membutuhkan penyewa atau pembeli baru. Tentunya, lanjut Alvin, hal itu diikuti dengan harga yang atraktif.

Ia menambahkan, maskapai yang digunakan, yakni airbus 320 juga dinilai tepat menjadi moda transportasi penerbangan berkonsep LCC. "Airbus 320 ini terkenal irit, efisien bahan bakar, sehingga cocok untuk LCC," ujarnya.

Ia sendiri melihat pasar LCC juga terus ada sebab kebutuhan bepergian di tengah pandemi juga tetap ada.

Di tengah pandemi dan penurunan daya beli, konsumen dinilai lebih sensitif dengan harga, sehingga mereka rela mengorbankan kenyamanan. Dengan demikian, ini yang menyebabkan LCC menarik di mata konsumen.

"Namun demikian, harga juga tidak menjadi satu satunya penentu. Kita juga wajib melihat jadwal, frekuensi hingga rute yang ditawarkan nantinya. Harga juga tidak menjadi satu-satunya faktor," tutur dia.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Sosok Ari Azhari, CEO Super Air Jet, Maskapai Baru yang Viral, Biaya Murah hingga Bidik Kaum Muda

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved