Breaking News:

ART di Surabaya Dianiaya Majikan, Upah Tak Diberi, Disetrika Hingga Dipaksa Makan Kotoran Kucing

Ia juga tidak diberi upah kerja hingga dipaksa makan kotoran kucing. Bahkan sempat dimasukkan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) oleh

Editor: Putri Safitri
handover
Ilustrasi Penganiayaan - 

Ia menyebut bahwa dirinya kerap kali mendapat pukulan di bagian punggung saat bekerja, mulai 3 bulan terakhir sebelum dimasukkan ke Liponsos.

"Ini punggung saya juga sudah diobati. Katanya tulang yang sebelah kanan masih bisa diperbaiki. Ini bekas dipukul 3 atau 4 bulan yang lalu," kata dia.

EAS mengaku telah bekerja selama hampir 13 bulan di rumah majikannya itu. Ia mendapat pekerjaan itu oleh seorang perantara.

Saat itu, EAS dijanjikan digaji sebesar Rp1,5 juta per bulan.  

Baca juga: Sosok Novi Rahman Hidayat, Bupati Nganjuk Kena OTT KPK Dugaan Jual Beli Jabatan

Baca juga: Bupati Nganjuk Kena OTT KPK, Anak Buah Kaget Minggu Pagi Masih Masuk Kerja Malam Ditangkap

Namun, ia mengaku hanya menerima upah sekali saja. Bahkan akhirnya EAS dibawa ke Liponsos Keputih, Surabaya.

Majikannya beralasan bahwa ia telah mengalami gangguan jiwa.

EAS berharap mendapat keadilan dan memperoleh haknya sebagai pekerja.

Ia juga meminta agar anaknya yang kini berusia 10 tahun dan masih berada di rumah majikannya itu bisa dijemput dan kembali bersama dirinya.

"Anak masih ada di sana umur 10 tahun, cewek. Harapan saya, anak saya langsung dikeluarkan dari situ. Aku enggak mau anakku tinggal di situ lagi," ujar dia.

Tanggapan anggota DPRD dan polisi

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved