OTT Dramatis Bupati Nganjuk, Baru Selesai Shooting Tiba-tiba Didatangi Tamu Tak Dikenal

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Minggu (9/5/2021).

tribunnews.com
Novi Rahman Hidayat Bupati Nganjuk 

TRIBUNPALU.COM - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Minggu (9/5/2021).

Proses OTT Bupati terkaya di Indonesia itu terbilang cukup dramatis.

Tidak ada yang menyangka Novi Rahman Hidayat akan ditangkap KPK karena pagi harinya masih beraktivitas seperti biasa.

Bahkan ia masih sempat menjalani shooting video dengan tema Wisata Seni dan Budaya di halaman Pendopo Kabupaten Nganjuk.

Novi, memang tengah gencar-gencarnya melakukan promosi wisata di Kabupaten Nganjuk.

Baca juga: Idul Fitri 1 Syawal 2021 Jatuh pada Rabu atau Kamis? Simak Live Streaming Sidang Isbat di Sini

Baca juga: KKB Papua Bisa Beli Senjata Mahal Meski Tak Kerja, Polisi Ungkap Fakta Baru: Mereka Kuasai Semuanya

Baca juga: 60 Ucapan Selamat Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2021 Lengkap Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Sebagai orang nomor satu di Nganjuk Novi ingin sektor wisata menjadi andalan dan menjadi bagian dan pemasukan bagi PAD Kabupaten Nganjuk.

Sempat Jamu Kru PH di Yogyakarta

Seperti diketahui, sejak pagi dia bersama bawahannya memang sibuk shooting vidio tersebut, Bupati Nganjuk.

Bahkan, Novi Rahman Hidhayat sempat menjamu makan para kru rumah produksi dari Yogyakarta tersebut.

"Itu dilakukan Bapak Bupati Nganjuk dalam rangka kegiatan promosi wisata Kabupaten Nganjuk," kata satu sumber SURYAMALANG.COM.

Kronologi

Diduga KPK memang sejak lama mengawasi aktivitas Bupati Ngajuk tersebut.

Sebab, Setelah selesai shooting hingga siang menjelang sore hari tersebut, Bupati Nganjuk berada di rumah dinas Pringgitan menunggu tamu yang akan datang.

Maka keika ada tamu yang diduga Camat dan Kades datang untuk menemui Bupati Nganjuk di Rumdin Pringgitan, jusru datang pula orang tak dikenal.

Belakangan mereka adalah petugas dari KPK dan Bareskrim.

"Diduga mereka itu mengantar uang tunai sekitar Rp 700 juta, namun tiba-tiba sejumlah orang ikut masuk yang ternyata KPK dan Bareskrim Polri," ucapnya.

Amankan Barang Bukti

KPK dan Bareskrim Polri, tambahnya, langsung melakukan pengamanan barang bukti dan penyegelan tiga ruang admin mutasi di kantor BKD Nganjuk.

Hal itu dilakukan sebagai langkah pengamanan dokumen mutasi pejabat Pemkab Nganjuk.

"Jadi tiga kantor admin mutasi itu disegel tanpa ada petugas didalam karena memang sedang kondisi libur," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan jual beli jabatan pada Minggu (9/5/2021).

"Diduga begitu (red, jual beli jabatan)," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, saat dikonfirmasi, Senin (10/5/2021)

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyatakan dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Nganjuk pihaknya tak sendiri.

"Kegiatan Tangkap Tangan di wilayah Jawa Timur ini, merupakan sinergi antara KPK dengan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri," kata Ali Fikri melalui pesan tertulisnya usai dikonfirmasi SURYAMALANG.COM, Senin, (10/5/2021).

Baca juga: Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Lebaran 2021, Cocok Dibagikan ke Teman atau Jadi Status Medsos

Baca juga: Bayar sebelum Hari Raya Idul Fitri, Berikut Niat Bayar Zakat Fitrah Lengkap dengan Uang atau Beras

Baca juga: Bacaan Niat, Tata Cara, Beserta Doa Salat Dhuha Lengkap Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya

Ali Fikri menambahkan bahwa pihaknya mensuport penuh penyelidikan tim Bareskrim Polri sejak April lalu atas dugaan TPK (Tindak Pidana Korupsi) penerimaan sejumlah uang untuk mengurus promosi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

"Informasi yang kami terima sejauh ini, Tim Gabungan telah melakukan permintaan keterangan atas dukungan jajaran Polres Nganjuk terhadap sekitar 10 orang yang diamankan, di antaranya Kepala Daerah dan beberapa ASN di Pemkab Nganjuk," tambahnya.

Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan diantaranya, berupa uang dalam pecahan rupiah yang saat ini masih dilakukan penghitungan dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang telah diamankan tersebut.

"Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," tandasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Dikira Camat Ternyata yang Masuk KPK dan Bareskrim Lakukan OTT, Bupati Nganjuk Baru Selesai Shooting

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved