Breaking News:

Palu Hari Ini

Tak Patut Dicontoh, Begini Gaya Oknum Polisi Halangi Jurnalis Liputan di Palu

Oknum polisi berinisial KR berompi hijau bertuliskan Ditlantas itu juga memaksa Nur Saleha menghapus rekaman video.

Penulis: Ketut Suta
Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Oknum polisi berpangkat Bripka menghentikan rekaman jurnalis TribunPalu.com Nur Saleha yang tengah mengambil video siaran langsung Facebook di Kawasan Pertokoan Palu, Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (12/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU – Oknum polisi berpangkat Bripka menghentikan rekaman jurnalis TribunPalu.com Nur Saleha yang tengah mengambil video siaran langsung di Facebook.

Tak sampai di situ, oknum polisi berinisial KR berompi hijau bertuliskan Ditlantas itu juga memaksa Nur Saleha menghapus rekaman video.

Peristiwa itu terjadi di Kawasan Pertokoan Palu, Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (12/5/2021).

“Waktu itu saya sedang live Facebook di pasar, lalu saya didatangi oknum KR dan dia pun mengintrogasi saya serta meminta video saya dihapus,” ucap Nur Saleha.

Dia menceritakan, oknum KR bersama satuan gabungan pencegahan Covid-19 dan pengamanan hari raya menindak warga tidak mengenakan masker di kawasan pertokoan itu.

“Waktu itu, warga diberi sanksi push up di tengah pasar. Saya yang sementara mengambil video suasana pertokoan terhenti, menunggu mereka selesai. Setelah itu, saya melangkah lagi dan ditahan petugas,” jelas Nur Saleha.

Dalam unggahan Instagram @TribunPalu, awalnya, petugas TNI menghantikan Nur Saleha.

Namun Nur Saleha menyebutkan identitasnya sebagai jurnalis. Petugas TNI itu pun pergi.

Tak lama setelah itu, oknum KR bersama oknum Satpol PP mendatangi Nur Saleha.

“Saya dicecar banyak pertanyaan, padahal saya sudah perkenalkan dan perlihatkan identitas saya,” ucap Nur Saleha.

Atas peristiwa itu, Nur Saleha merasa dipermalukan dan dirugikan.

Hingga berita ini dirilis, belum ada konfirmasi dari kepolisian setempat.

Namun, Nur Saleha telah mengadukan peristiwa itu ke Humas Polda Sulteng.

Sekedar diketahui, tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1) yang menyebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved