Morut Hari Ini
Banjir Rendam Lahan Pertanian di Bungku Utara, Polisi Bantu Selamatkan Hasil Panen Petani
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Bungku Utara membantu petani menyelamatkan hasil panen yang terendam banjir, Senin (17/5/2021).
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta
TRIBUNPALU.COM, BUNGKU - Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Bungku Utara membantu petani menyelamatkan hasil panen yang terendam banjir, Senin (17/5/2021).
Banjir itu merendam lima desa di Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Dipimpin langsung Kapolsek Bungku Utara Ipda Radiyanto, polisi membantu evakuasi hasil panen warga.
Banjir terjadi akibat luapan air Sungai Siombo, Sungai Ula dan Sungai Parigi.
Sehingga membuat puluhan hektar sawah terendam banjir.
Baca juga: Sekjen PBB Turun Tangan, Israel Dipaksa Hentikan Serangan ke Palestina untuk Hindari Akibat Fatal
Baca juga: Update Harga HP Samsung, Mei 2021: Galaxy A01 hingga Galaxy S21, Lihat Juga Spesifikasi Galaxy M12
Baca juga: Hamas Hujani Israel dengan Roket, Kota Tel Aviv Terancam Ledakan Mematikan Rudal M-302
Banjir itu juga membuat sebagian petani gagal panen.
"Akibat intensitasi hujan yang tinggi dari kemarin, tiga sungai di Kecamatan Bungku Utara meluap dan menggenangi lima desa di Kecamatan Bungku Utara" ujar Kapolsek Bungku Utara.
Ipda Radiyanto mengatakan, usaha yang dilakukan dengan membantu warga menyelamatkan sisa padi masih terlihat.
"Padi yang terlihat sudah menguning yang tinggal menunggu panen tersebut kami naikan keatas dengan alat seadanya," terang Ipda Radiyanto.
"Hingga saat ini banjir yang menggenangi rumah penduduk tersebut mencapai pinggang orang dewasa, dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika melihat intesitasi hujan yang tinggi," tambahnya.
Baca juga: Usai Viral Karena Marahi Petugas, Wanita asal Pandeglang Ini Klaim Polisi Memakinya Terlebih Dahulu
Baca juga: Joe Biden Sama Saja dengan Trump, Rakyat Amerika Turun ke Jalan Protes Keras: Bebaskan Palestina
Salah seorang petani menerangkan, kelima desa tersebut menjadi langganan banjir.
Setiap musim penghujan tiba akibat luapan debit air sungai.
"Kami terpaksa memanennya lebih awal, daripada busuk terendam banjir, dari pada rugi banyak," ujar salah seorang petani.
"Terima kasih pak Kapolsek dan personelnya telah bantu kami" tutupnya.
Selain itu banjir membuat akses jalan penghubung beberapa desa tidak dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat.
Diantaranya Desa Pokeang menuju Desa Woomparigi, Desa Tambarobone, Desa Tokala Atas, Desa Posangke dan Desa Taronggo.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/polisi-membantu-petani-menyelamatkan-hasil-panen-yang-terendam-banjir.jpg)