Jumat, 8 Mei 2026

Genjatan Senjata, Israel dan Hamas Palestina Saling Klaim Kemenangan

Gencatan senjata Israel dan Palestina mengakhiri 11 hari pertempuran yang menyebabkan setidaknya 248 orang tewas di Gaza, termasuk 66 anak-anak.

Tayang:
MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. Terbaru, Israel membombardir 2 gedung kementerian di Gaza, Minggu (16/5/2021). 

TRIBUNPALU.COM - Israel dan Hamas sama-sama mengklaim kemenangan setelah pasukan mereka mengakhiri 11 hari pertempuran dengan genjatan senjata antara Israel dan Palestina.

Reuters melaporkan Minggu (23/5/2021), gencatan senjata kedua negara sekaligus mengakhiri 11 hari pertempuran yang menyebabkan setidaknya 248 orang tewas di Gaza, termasuk 66 anak-anak.

Sementara korban luka-luka berjumlah 1.900 orang.

Militer Israel mengatakan seorang tentara Israel serta 12 warga sipil telah tewas, termasuk dua anak-anak. Ratusan orang dirawat karena luka-luka setelah serangan roket Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan Israel telah merusak kemampuan Hamas untuk meluncurkan rudal di Israel.

Dia mengatakan Israel telah menghancurkan jaringan terowongan Hamas yang luas, pabrik roketnya, laboratorium senjata dan fasilitas penyimpanan, dan menewaskan lebih dari 200 militan, termasuk 25 tokoh senior.

Baca juga: Mahathir Mohamad si Antisemit Tolak Atlet Israel di Malaysia: Anda Tak Dapat Rebut Tanah Orang Lain

Baca juga: Israel dan Hamas Setujui Genjatan Senjata, Anwar Hafid: Perjuangan Belum Berakhir

"Hamas tidak bisa bersembunyi lagi. Itu pencapaian besar bagi Israel," katanya.

"Kami menghilangkan bagian penting dari eselon komando Hamas dan Jihad Islam. Dan siapa pun yang tidak terbunuh tahu hari ini bahwa alteleri kita dapat mencapainya di mana saja, di atas tanah atau bawah tanah."

Klaim kemenangan juga disampaikan Hamas ketika genjatan senjata.

Sementara pimpinan Hamas Ismail Haniyeh menegaskan pihaknya telah memenangkan pertempuran, memberikan perlawanan yang berhasil terhadap musuh yang lebih kuat secara militan dan ekonomi.

"Kami akan membangun kembali wilayah pendudukan (Israel) yan hancur dan memulihkan kemampuan kami," katanya.

"Dan kami tidak akan meninggalkan kewajiban dan tugas kami kepada keluarga martir, yang terluka dan mereka yang rumahnya hancur."

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendesak negara-negara Muslim dalam sebuah pernyataan untuk "mendukung rakyat Palestina, melalui militer ... atau dukungan keuangan ... atau dalam membangun kembali infrastruktur Gaza".

Israel mengatakan Hamas, Jihad Islam dan kelompok militan lainnya menembakkan sekitar 4.350 roket dari Gaza selama konflik, di mana sekitar 640 jatuh pendek ke Jalur Gaza.

Militer Israel mengatakan bahwa 90 persennya yang melintasi perbatasan telah dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome.

Iran, yang tidak mengakui Israel tetapi mendukung Hamas dan mengatakan telah mengubah gudang senjata para pejuang Palestina, mengatakan mereka telah memenangkan "kemenangan bersejarah" atas Israel. (Reuters)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel dan Hamas Saling Klaim Kemenangan Saat Gencatan Senjata

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved