Pilpres 2024
Ganjar Masih Unggul, PDIP Dinilai Sulit Ajukan Puan Sebagai Capres 2024
Kabar tidak diundangnya Ganjar dalam acara PDI-P di Semarang, Jawa Tengah menjadi isu panas jelas Pilpres 2024.
TRIBUNPALU.COM - Kabar tidak diundangnya Ganjar Pranowo dalam acara PDI-P di Semarang, Jawa Tengah menjadi isu panas jelang Pilpres 2024.
Meski terlihat seolah dicuekin PDIP, saat ini Ganjar dinilai masih menjadi kader paling potensial untuk maju di Pilpres 2024.
Bukan tanpa alasan, Ganjar terbukti memiliki elektabilitas tinggi dalam beberapa survei yang telah dilakukan.
Di sisi lain, Puan Maharani yang dikabarkan bakal diusung PDIP di Pilpres 2024, elektabilitasnya masih jauh berada di bawah Ganjar.
Baca juga: 4 Tugas Khusus Pasukan Setan yang Diberangkatkan ke Papua, Mimpi Buruk Bagi KKB
Baca juga: Syekh Muhammad Jaber Ungkap Satu-satunya Negara Arab yang Peduli Palestina, Sumbang Rp 100 Miliar
Baca juga: Bocoran Skuad Man United Vs Villarreal, Anak Emas Solskjaer Kembali, Striker Andalan Absen
Bahkan pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, sulit bagi PDI Perjuangan untuk mencalonkan Puan Maharani dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Pasalnya, ia melihat dari berbagai survei, elektabilitas Puan untuk Pilpres 2024 masih berada di bawah kader lainnya misalnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Kalau memang dipaksakan Puan, ya pasti skenarionya akan lebih ribet dibandingkan mengandalkan tokoh yang memang elektabilitasnya sudah tinggi," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/5/2021).
Pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi itu berpendapat, PDI-P harus mencari tokoh lain yang dapat mendukung elektabilitas Puan sebagai capres.
Menurutnya, tokoh-tokoh itu juga sudah mulai masuk bursa Pilpres 2024, seperti misalnya mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Sudirman Said, hingga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
"Kalau mbak Puan tetap akan didorong sebagai RI I ya wakilnya, pasti yang bisa mendukung mbak Puan secara elektabilitas, siapa itu? Ya bisa juga dengan nama-nama yang sudah beredar, bisa Gatot Nurmantyo, Sudirman Said, dan Airlangga Hartarto," ungkapnya.
Hendri mengatakan, apabila PDI-P memilih menyandingkan Puan dengan tokoh dari partai politik lainnya, maka akan menjadi hal positif bagi kedua partai ke depannya.
"Misalnya, Pak Airlangga Hartarto. Itu akan menjadi sebuah koalisi yang bagus juga antara PDI-P dengan Golkar," katanya.
Namun, menurut Hendri, hingga kini Puan masih dimajukan sebagai calon Wakil Presiden.
Beberapa tokoh yang disebut Hendri berpotensi mendampingi Puan sebagai capres juga datang dari kader partai lain dan memiliki elektabilitas yang lebih tinggi.
"Sampai sekarang kan isunya, kalau yang dimajukan Puan, maka akan Prabowo-Puan. Atau berdasarkan elektabilitas yang tinggi ya bisa jadi, mungkin Anies-Puan. Tapi kan semuanya bisa terjadi," kata Hendri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ganjar-pranowo-dan-puan-maharani.jpg)