Apa Itu Super Blood Moon? Gerhana Bulan Total Berwarna Merah Terjadi Malam Ini
Istilah 'super blood moon' kini ramai diperbincangkan karena Indonesia akan alami gerhana bulan total pada, Rabu (26/5/2021).
TRIBUNPALU.COM - Istilah 'super blood moon' kini ramai diperbincangkan karena Indonesia akan alami gerhana bulan total pada, Rabu (26/5/2021).
Super blood moon akan terjadi bertepatan dengan Hari Raya Waisak.
Lalu apa itu super moon?
Dikutip dari kompas.com bahwa super moon merupakan saat bulan mengelilingi bumi dalam orbit elips.
Setiap bulan, bulan akan melewati titik terdekat dengan bumi dan titik terjauh dari bumi.
Ketika bulan berada pada titik terdekat dengan bumi, itu lah yang disebut dengan super moon karena tampak sangat besar dan sangat cerah.
Pengamat di berbagai wlayah di dunia bisa melihat super moon sepanjang malam, jika langit sedang cerah.
Seperti layaknya bulan purnama, super moon terbit di timur sekitar matahari terbenam dan dan terbenam di barat sekitar matahari terbit.
Baca juga: Matahari Akan Tepat Berada di Atas Kabah pada 26-28 Mei 2021, Ini Cara Mengoreksi Arah Kiblat
Gerhana bulan total biasanya berlangsung selama 15 menit.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui beberapa fase dari gerhana bulan agar tidak melewatkan fenomena yang langka ini.
Gerhana bulan total akan terlihat dekat bulan terbenam di benua barat Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko, sebagian Amerika Tengah dan Ekuador, Peru Barat, Chili, dan Argentina Selatan.
Jika gerhana bulan total tidak terlihat, maka fenomena super blood moon ini masih bisa dilihat dari Studio Visualisasi Ilmiah milik NASA.
Lalu mengapa bulan berwarna merah saat gerhana?
Warna merupakan salah satu cara otak manusia untuk menafsirkan variasi sifat fisik cahaya.
Sifat yang sama menyebabkan setiap warna cahaya berperilaku berbeda saat melewati zat seperti udara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-gerhana-bulan-total.jpg)