Selasa, 16 Juni 2026

Apa Itu Deja Vu? Fenomena yang Kerap Dialami Remaja hingga Dewasa

Misalnya sedang alami kendaraan yang macet dan mengharuskan untuk mendorongnya, tapi di sisi lain kita terdiam seperti pernah mengalami hal tersebut.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
tribunjogja
Ilustrasi deja vu 

Apa Itu Deja Vu? Fenomena yang Kerap Dialami Remaja hingga Dewasa

TRIBUNPALU.COM - Segelintir orang pasti pernah mengalami deja vu atau melihat sesuatu yang pernah kita alami.

Misalnya sedang alami kendaraan yang macet dan mengharuskan untuk mendorongnya, tapi di sisi lain kita terdiam seperti pernah mengalami hal tersebut.

Maka hal tersebut bisa disebut dengan istilah 'deja vu'.

Lalu apakah itu deja vu?

Dilansir dari wikipedia jika 'deja vu' merupakan kata istilah dari bahasa Perancis yang memiliki arti 'pernah dilihat'.

Fenomena de javu adalah merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman baru yang sedang dialami sudah pernah terjadi di masa lalu.

Deja vu adalah suatu perasaan setelah mengetahui dan sebuah perasaan untuk mengingat kembali.

Baca juga: Apa Itu Skizofrenia? Gangguan yang Membuat Penderita Berhalusinasi

Baca juga: Apa Itu Super Blood Moon? Gerhana Bulan Total Berwarna Merah Terjadi Malam Ini

Vector mental health
Vector mental health (freepik)

Istilah 'deja vu' kerap memberikan kesan mistis bahkan bisa dianggap unik atau menarik.

Namun ternyata sekitar 60% hingga 80 % orang pernah mengalami deja vu.

Deja vu merupakan fenomena neurologis yang memiliki beberapa penjelasan yang dikutip dari video kanal YouTube ">Neuron.

Berikut beberapa penjelasan terkait deja vu:

1. Deja vu terjadi ketika otak menemukan kesamaan dari peristiwa yang sedang terjadi dengan peristiwa yang sudah pernah terjadi di masa lampau.

Namun, peristiwa lampau tersebut tidak dapat diingat sepenuhnya.

Sehingga terkesan seperti mengingat sesuatu yang belum pernah terjadi.

Misalnya: ketika tata letak dari suatu ruangan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya mirip dengan tata letak ruangan di rumah sendiri.

Baca juga: Soal Selingkuh, Kenali Apa Itu Emotional Cheating dengan Micro-Cheating, Ini Bedanya

Baca juga: Apa Itu Personal Branding? Ketahui 3 Tips Ini Untuk Bangun Citra Diri di Media Sosial

2. Deja vu terjadi ketika tidak fokus saat memperhatikan sesuatu.

Misalnya sedang mendaki gunung dan sekilas melihat puncak gunung di depan walaupun tidak fokus dalam melihatnya.

Otak akan merekam dan mengambil data seadanya serta mulai membangun suatu ingatan.

Ketika melihat lagi Anda merasa bahwa ini pertama kali melihatnya.

Padahal otak telah menyimpan ingatan tersebut sebelumnya.

Baca juga: Apa Itu Gerhana Bulan dan Bagaimana Proses Terjadinya?

Baca juga: Apa Itu Serum Wajah? Kenali Jenis Kandungan, Cara Memilih Sesuai Kondisi Wajah & Cara Penggunaannya

Lalu apakah Deja Vu berbahaya?

Tergantung untuk beberapa orang karena deja vu bisa mengakibatkan akan terjadinya epilesi lobus temporal.

Bagi penderita epilepsi maka jika terjadi deja vu akan alami kejang.

Namun untuk sebagian orang deja vu ditimbulkan karena alami stres atau kecapekan.

Fenomena deja vu sering terjadi pada usia remaja menuju dewasa.

Jika terjadi deja vu maka terjadi gangguan kecil yang menyerang otak dan tidak perlu dikhawatirkan.

(TribunPalu/Nuri Dwi)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved