Kamis, 16 April 2026

Palu Hari Ini

Hadianto Janji Tuntaskan Relokasi Huntap Petobo Sebelum Ramadan 2022

Ketua Gabungan Pengusaha Pariwisata Bahari Sulawesi Tengah itu menyebut warga Petobo asli kesulitan untuk meninggalkan tanahnya yang terdampak bencana

Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid berjanji akan menyelesaikan permasalahan terkait relokasi Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid berjanji akan menyelesaikan permasalahan terkait relokasi Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Ketua Hanura Sulteng tersebut di hadapan penyintas di Kelurahan Petobo, Minggu (30/5/2021).

"Selama tiga bulan saya menjabat, kami terus mencari solusi mengenai permasalahan ini dan semua secara bertahap mulai terbuka," kata Hadianto Rasyid.

Suami Diah Puspita itu menyebutkan, sebanyak 1.500 unit rumah disediakan pemerintah di Huntap Pombewe.

Tinggal menunggu kesediaan masyarakat Petobo untuk meninggalinya.

Baca juga: Temui Penyintas di Petobo Palu, Hadianto Rasyid Bahas Huntap

Baca juga: Skenario Terburuk Pandemi Covid-19 Berubah jadi Endemik, Singapura Telah Lakukan Persiapan Diri

"Kemarin kita rencana akan bangun Huntap di Kelurahan Ngatabaru, tapi pemilik lahan di sana minta Rp 500 ribu per hektare,  sedangkan kita butuh itu 25 hektare berarti Rp110 milliar, agak susah bagi pemerintah," jelas Hadianto.

Namun, Pemerintah Kota Palu tidak berhenti mencari cara agar penghuni huntara Petobo segera bisa menikmati rumah baru sebelum bulan puasa tahun depan.

"Alhamdulillah kemarin wakil menteri datang untuk membantu menyelesaikan permasalahan kita ini," ucap Hadianto Rasyid.

Ketua Gabungan Pengusaha Pariwisata Bahari Sulawesi Tengah itu menyebut warga Petobo asli kesulitan untuk meninggalkan tanahnya yang terdampak likuifaksi.

Sehingga Hadianto tidak memaksakan warga untuk pindah ke Huntap Pombewe, namun akan kembali melakukan pertemuan untuk bersama mencari solusi bagi Penyintas Petobo.

Baca juga: Bawa Seserahan Sultan, Pernikahan Pria di Nganjuk Viral di Media Sosial

"Saya tahu kita berat meninggalkan Petobo tapi permasalahan kita saat ini adalah dengan lahan, sedangkan lahan Petobo yang masuk zona merah, sesuai arahan dari pemerintah pusat tidak diizinkan untuk tempat pemukiman," tutur Hadianto Rasyid.

Kelurahan Petobo di Palu menjadi satu daerah terdampak parah karena likuifaksi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut wilayah yang ditelan bumi itu mencapai 180 hektare dari total luas keseluruhan Petobo sekitar 1.040 hektare.

Hingga kini, sejumlah warga di kelurahan tersebut enggan direlokasi dan memilih bertahan di hunian sementara yang bangunannya jauh dari kata sejahtera.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved