Skenario Terburuk Pandemi Covid-19 Berubah jadi Endemik, Singapura Telah Lakukan Persiapan Diri

pandemi COVID-19 berubah menjadi endemik. Pemerintah Singapura menyatakan telah merencanakan untuk mempersiapkan diri jika skenario terburuk tersebut

tribunnews.com
Corona Indonesia 10 Februari: Tambah 8.776 Kasus Baru, Total 1.183.555 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi COVID-19 belum menunjukkan tanda akan berakhir.

Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah ketika pandemi COVID-19 berubah menjadi endemik.

Pemerintah Singapura menyatakan telah merencanakan untuk mempersiapkan diri jika skenario terburuk tersebut terjadi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong pada Jumat (28/5/2021) lalu.

Lawrence menyebut, jika skenario terburuk pandemi COVID-19 berubah menjadi endemik, maka warga Singapura harus mendapatkan suntikan vaksin terus-menerus.

"Singapura sudah mulai merencanakan kemungkinan COVID-19 bisa menjadi endemik di sini."

"Ini bisa berarti warga Singapura perlu mendapatkan suntikan penguat dari waktu ke waktu," katanya, dikutip dari The Straits Times, Minggu (30/5/2021).

Baca juga: UPDATE Kasus COVID-19 Indonesia Sabtu 29 Mei 2021: Tambah 6.565 Pasien, Total 1.809.926 Kasus

Singapura.
Singapura. (Roslan Rahman / AFP/Getty Images via cnet.com)

Wong juga mengatakan, dalam beberapa bulan mendatang, mereka akan mengembangkan perawatan yang lebih baik untuk penyakit ini.

Hal itu agar masyarakat tidak perlu takut menghadapinya.

Kendati demikian, Singapura juga akan mengambil tindakan pencegahan dasar untuk mengantisipasi hal ini.

Misal dengan memperbaiki sistem ventilasi dan bangunan untuk meminimalkan risiko infeksi.

"Kapan itu akan terjadi? Saya benar-benar tidak tahu," kata Wong.

"Tapi kami memang merencanakan skenario yang masuk akal, di mana para ilmuwan di seluruh dunia sampai pada titik sepakat bahwa COVID-19 tidak akan pernah hilang, dan kita harus belajar hidup dengan virus ini," tambahnya.

Istana Kepresidenan Singapura (dok Tribun Batam)

Di sisi lain, Wong juga menanggapi pertanyaan tentang bagaimana masyarakat Singapura menjalani kehidupan sehari-hari ke depannya.

Sebab, tampaknya akan sulit untuk membayangkan pembatasan, pemakaian masker dan pertemuan sosial yang berlangsung lama.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved