Kisah Verdiansyah Sukses Bisnis Ikan Cupang, Awalnya Modal Rp 500 Ribu Tapi Kini Omset Puluhan Juta
Verdiansyah Dwi Sakti (19) sukses berbisnis ikan cupang hingga kini meraih omset hingga puluhan juta rupiah.
Untuk biaya perawatan ribuan Ikan Cupang hasil koleksinya tidak terlalu sulit. Karena stok pakan seperti cacing sutra dan kutu air juga mudah diperoleh.
"Kalau di Kediri mudah. Rencananya kami akan membuat pakan kutu air sendiri," tambahnya.
Diungkapkan Verdi, dari bisnis Ikan Cupang sudah banyak mendapatkan keuntungan dan menguasai pangsa pasar.
"Alhamdulillah, dari bisnis Ikan Cupang kami banyak mendapatkan cuan (untung)," tambahan.
Verdi menyebutkan dari modal awal Rp 500.000 saat ini total aset yang dimiliki bersama kedua rekannya join bisnisnya sudah senilai puluhan juta.
Kegigihan berbisnis Ikan Cupang Verdi bermula dari kegemarannya memelihara binatang. Awalnya memelihara kelinci, setelah bosan kemudian beralih ke Ikan Cupang.
Usaha itu awalnya hanya sambilan saat kegiatan di sekolah berlangsung secara daring. Untuk mengisi waktu itu dihabiskan untuk merawat ribuan ikan koleksinya. "Justru saat Pandemi Covid 19 bisnisnya lagi booming" tambahnya.
Salah satu kunci keberhasilannya selalu mengikuti tren harga pasar sehingga bisnis tetap meraup untung.
"Sekarang yang lagi ngetrend cooper. Kalau cupang multy dan cupang galaxy sekarang lagi anjlok," ungkapnya.
Indukan Ikan Cupang dibeli dari Pandawa Beta di daerah Depok. Seiring berjalannya waktu dari satu indukan itu sekarang telah berkembang menjadi ribuan ikan.
"Kuncinya kita harus tahu harga pasar. Kalau ada yang jual murah kita tampung, kemudian kalau harganya bagus kita jual lagi," ungkapnya.
Pernah suatu ketika Verdi menampung Ikan Cupang yang dibeli seharga Rp 30.000 per ekor. Hanya berselang beberapa hari kemudian harganya melonjak dan laku Rp 80.000 per ekor.
Verdi sendiri pernah menjual Ikan Cupang giant dengan harga Rp 500.000. Sedangkan cupang multi dan galaxy harganya sekarang lagi anjlok.
"Sebelumnya satu ekor cupang multy atau galaxy bisa mencapai Rp 150.000, sekarang hanya dihargai Rp 15.000,," jelasnya.
Pemasaran melalui media sosial Facebook dan Instagram juga memudahkan penjualan. Setelah melihat postingan di media sosial kemudian ada pembeli yang transaksi deal dan dibayar.
Berbisnis Ikan Cupang diakuinya lebih banyak sukanya daripada dukanya. Apalagi berawal dari hobi serta ada timbal baliknya karena mendatangkan keuntungan.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Kisah Sukses Remaja di Kediri dengan Modal Rp 500.000 Mampu Raup Penghasil Jutaan Rupiah