Selasa, 28 April 2026

Panduan dan Jadwal Belajar dari Rumah Selasa 14 Juni 2021, SD Kelas 6: Mengolah Sampah jadi Listrik

Panduan Belajar, jadwal, dan link live streaming , Belajar dari Rumah Selasa 15 Juni 2021, murid SD Kelas 6 Belajar Mengolah sampah jadi Listrik.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Imam Saputro
Warta Kota/Alex Suban
Panduan dan Jadwal Belajar dari Rumah Selasa 14 Juni 2021, SD Kelas 6: Mengolah sampah jadi Listrikv 

TRIBUNPALU.COM - Panduan Belajar, jadwal, dan link live streaming , Belajar dari Rumah Selasa 15 Juni 2021, murid SD Kelas 6 Belajar Mengolah sampah jadi Listrik.

Rumah merupakan program sebagai alternatif belajar di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Untuk jadwal lengkap Belajar dari Rumah untuk Selasa 15 Juni 2021 akan tayang di bagian artikel ini.

Selain ditayangkan di TV Edukasi , Belajar dari Rumah juga bisa disaksikan secara live streaming.

(Link live streaming akan tersedia di bagian bawah artikel ini)

Baca juga: Mengenal Pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Berikut Ini 8 Kegiatan yang Bisa Dilakukan

Dikutip dari jadwal yang diterbitkan Kemendikbud, berikut jadwal Belajar dari Rumah untuk Selasa 15 Juni 2021:

PAUD, 08.00 - 08.30 WIB: Lingkungan yang Lestari

SD Kelas 1, 08.30 - 09.00 WIB: Nama dan ciri-ciri awan

SD Kelas 2, 09.00 - 09.30 WIB: Awan, Hujan, dan Cuaca

SD Kelas 3, 09.30 - 10.00 WIB: Awan Gelap

SD Kelas 4, 10.00 - 10.30 WIB: Biogas

SD Kelas 5, 10.30 - 11.00 WIB: Tenaga Surya dan Energi Masa depan

SD Kelas 6, 11.00 - 11.30 WIB: Mengolah sampah jadi Listrik

*Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan penyiaran dan Kemendikbud. Perubahan jadwal akan diinformasikan lebih lanjut.

Link live streaming Belajar dari Rumah

Selain melalui TVRI, Belajar dari Rumah juga bisa disaksikan di live streaming di ponsel atau gawai (gadget) masing-masing.

Panduan belajar bagi siswa

SD Kelas 1

Intan dan Kak Niko pergi bersepeda bersama sambil menyanyikan lagu “Di Sini Senang Di Sana Senang”.

Di perjalanan, Intan melihat berbagai bentuk awan, lalu sambil bermain tebak bentuk awan Kak Niko membantu menjelaskan nama-nama awan.

Intan mengingatkan teman-teman di rumah tentang cerita berjudul "Aku Adalah Awan", dan menanyakan tentang ciri-ciri awan yang kalian ketahui, ciri-ciri awan Sirus, dan bagaimana cara mengetahui bahwa hari akan hujan.

 Selain itu kalian juga akan belajar perbandingan lebih tinggi dan lebih pendek. Di antara Kak Niko dan Intan, siapa yang lebih tinggi, ya?

SD Kelas 2

Nawa menggenggam sebuah kapas dan membentuk-bentuknya menjadi awan.

Bersama Kak Putri ia lalu mempelajari tentang ciriciri awan, misalnya Awan Stratus yang bentuknya seperti kol. Mereka membaca buku berjudul “Jas Hujan Merah” dan mendapatkan kosakata baru: “Bergelayut, Benderang, Hujan, dan Awan”.

Selain itu mereka mempelajari konsep matematika tentang perbandingan ukuran tetes hujan yang lebih besar daripada tetes awan, dan menjelaskan konsep perkalian dengan menggunakan tetes hujan dan tetes awan.

Di akhir episode, Langit kembali hadir dalam Proyek Akhir Minggu untuk menjelaskan cara membuat Model Awan dari kapas.

SD Kelas 3

Bunda ingin menjemur pakaian, tetapi harus menundanya karena akan turun hujan.

Dodi heran bagaimana Bunda bisa tahu kalau akan turun hujan karena langit terlihat cerah. Kemudian Kak Jo membaca buku yang berjudul “Awan” dan mengisi tabel simbol dan keadaan cuacanya. Kak Jo pun meminta Dodi dan Shinta membuat awan Kumulus menggunakan bahan-bahan yang sudah disiapkan sehari sebelumnya.

Pada segmen Es Tung Tung, mereka belajar memperkirakan masuk akal atau tidaknya hasil penjumlahan tiga angka ribuan.

Selain itu juga mereka belajar konsep tetes hujan, menentukan hubungan antara perkalian dengan pembagian untuk 10 dan 100 menggunakan gambar.

SD Kelas 4

Kak Zara dan Rio sedang menyiram tanaman dengan air cucian beras atau limbah organik. Rio jadi ,belajar tentang manfaat serta kelebihan dan kekurangan dari energi alternatif.

Setelah itu Rio membantu Kak Zara mengukur keliling permukaan suatu benda. Rio juga berlatih mempraktikkan konsep matematika melalui perbandingan jumlah energi fosil yang tersedia dan energi yang terpakai selama setahun.

Dalam kegiatan Eksplorasi Matematika Kak Zara dan Rio membuat kincir angin dan berlatih soal dari percobaan tersebut. Pada akhir sesi, Rio mengingatkan temanteman di rumah untuk mengisi jurnal bacaanku.

SD Kelas 5

Energi Matahari maupun energi panas bumi tersedia melimpah di alam. Keduanya merupakan energi yang dapat terbarukan.

Kak Yohana lalu mengajak kalian belajar tentang kelebihan dan kekurangan sumber energi terbarukan dan tak terbarukan.

Kita juga diajak melihat Cincin Api (Ring of Fire), yaitu wilayah Indonesia yang dilalui jalur gunung berapi dan pertemuan lempeng-lempeng Bumi.

Di episode ini, kita juga belajar kalimat yang menggunakan kata hubung yang menunjukkan persamaan, perbedaan, dan perbandingan. Wah, banyak sekali ilmu yang akan kita dapat! Mari kita saksikan bersama!

SD Kelas 6

Ayah Zaki menerima kiriman foto dari adiknya yang tinggal di Belanda. Ayah menunjukkan foto yang memuat kincir angin dan menjelaskan, di Belanda kincir angin digunakan di lahan-lahan pertanian sebagai sistem pemompa air yang memindahkan air dari dataran rendah kembali ke sungai.

Belakangan, kincir angin dimanfaatkan sebagai atraksi wisata. Namun, kincir tradisional itu kini tergantikan kincir modern yang berguna sebagai pembangkit listrik.

Nah, di sini Zaki belajar tentang sumber energi terbarukan berikut kelebihan dan kekurangannya. Zaki juga berlatih membuat kalimat perbandingan menggunakan materi tersebut, lho!

(TribunPalu.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved