Breaking News:

Donggala Hari Ini

Pulihkan Mata Pencaharian Warga Pascabencana, ROA Bangun Sinergitas Lintas Sektor di Donggala

Relawan Orang dan Alam (ROA) mengajak pemerintah untuk membangun sinergitas bersama lintas sektor di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Penulis: Nur Saleha | Editor: mahyuddin
handover
Koodinator ROA Rizal bersama Care Indonesia dan OPD Kabupaten Donggala membahas pemulihan mata pencaharian warga pascabencana di Kecamatan Sirenja 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM,PALU - Relawan Orang dan Alam (ROA) membangun sinergitas bersama lintas sektor di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Hal itu untuk memulihkan mata pencaharian warga pascabencana 2018.

Koordinator program ROA Rizal mengatakan, membangun penghidupan mata pencaharian pascabencana Gempa Bumi dan tsunami serta ketangguhan menghadapi bencana membutuhkan koordinasi lintas sektor.

“Koordinasi dan sinergitas yang baik antara para pihak di level pemerintah maupun di level masyarakat paling bawah tentu akan mempercepat proses pemulihan dan pembangunan, utamanya dalam proses membangun penghidupan masyarakat yang pernah hancur terdampak bencana gempa dan tsunami, ” jelas Rizal, Selasa (15/6/2021)

ROA bersama Care Indonesia juga mendukung komunitas untuk membantu di beberapa desa yaitu Desa Ombo, Ujumbou, Tondo, Tanjung Padang dan Sibado, Kecamatan Sirenja.

Baca juga: 10 Hari Beroperasi, Gerai Vaksinasi Polda Sulteng Layani 11.500 Orang

Baca juga: Terbanyak ke 10 se-Indonesia, 3.765 Peserta Lolos SBMPTN Untad

Dukungan tersebut dalam pengembangan mata pencaharian di sektor pertanian, perikanan, peternakan serta usaha kecil dan menengah.

Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala Mursyid menyampaikan, pihaknya mendukung rencana program ROA dan Care Indonesai itu.

Dengan harapan, komunikasi dan diskusi tetap terjalin sehingga program yang dijalankan nantinya akan berjalan searah dengan kebijakan pemerintah.

“Pemerintah Kabupaten Donggala telah menyiapkan perangkat aturan terkait dengan upaya pengurangan resiko bencana tentang pengembangan desa atau kelurahan tangguh bencana yang tertuang dalam Peraturan Bupati 40 Tahun 2020," jelas Mursyid.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved