Jumat, 15 Mei 2026

Wisata Sulteng

Taman Nasional Lore Lindu, The Hidden Paradise Central Celebes

Di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Anda bisa menemukan flora dan fauna yang hanya ditemukan di Sulawesi.

Tayang:
Editor: mahyuddin
handover/instagram (bbtn_lorelindu)
Taman Nasional Lore Lindu diapit Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 

Keberadaan situs yang sudah lama ini menunjukkan bahwa dulunya terdapat peradaban besar ada di wilayah ini.

Masyarakat suku bada yang mendiami wilayah Kecamatan Lore Utara dan Lore Selatan memberi nama untuk patung-patung ini seperti palindo, torompana, tarae roe, dan loga.

Nama Palindo sendiri memiliki arti yakni sang penghibur dan dipercaya sebagai representasi pendahulu suku Tosaloge.

Lembah Bada memiliki kalamba yakni tangki melingkar dan dipahat di sebuah batu besar.

Ada kalamba dengan dua lubang, dan ada pula yang satu lubang.

Kalamba diyakini digunakan para petinggi atau Raja untuk bak berendam.

Namun Ada dugaan ini digunakan sebagai tangki air atau peti mati.

Alasan dibuatnya patung patung ini menjadi misteri dan warga suku bada tidak mengetahui sama sekali sejarah yang ada di tanah mereka tersebut.

Meski belum ada bukti mengenai tujuan pembuatan patung, masyarakat suku bada percaya patung batu Ini digunakan untuk ritual pemujaan terhadap arwah leluhur.

Suku bada diklafikasikan sebagai suku Poso-Toraja, dimana suku ini berasal dari arah utara dari wilayah yang mereka tempati saat ini.

Selain itu lembah bada menyajikan hamparan savana yang luas sejauh mata memandang dengan pesona rumput ilalang yang sangat rugi tidak diabadikan.

Di mana batu-batu Megalitikum banyak tersebar hampir sepanjang jalan di lembah Bada

Salah satu yang selalu menjadi tujuan dari para anak muda yaitu hutan pinus yang di bukit Porambua.

Pada umumnya masyarakat mengenal tempat tersebut dengan nama Bukit Teletubbies dan Seiring berjalannya waktu masyarakat mulai menyebut nama tempat ini dengan nama yang sebenarnya yaitu bukit Porambua.

Porambua merupakan sebuah tempat dimana masyarakat Pekurehua dahulu menyalakan api agar ada asap sebagai media informasi dari setiap masyarakat Pekurehua yang berpergian ke luar daerah untuk masyarakat yang ada di kampung bahwa mereka akan pergi atau telah kembali

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved