Breaking News:

Indonesia Enggan Lakukan Lockdown, Biaya Lockdown Disebut Mahal oleh Pemerintah, Ini Perkiraannya

Indonesia memilih untuk tidak melakukan Lockdown untuk mencegah penularan virus Covid-19, sebab biayanya sangat mahal, berapakah?

Editor: Imam Saputro
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Tingkat Kota Bandung menyuruh pengendara bermotor yang berboncengan untuk berbalik arah di Cek Poin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bandung di Jalan Cibaduyut Raya, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/5/2020). Penerapan PSBB Bandung Raya hari ke-11 di cek poin perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung ini masih banyak yang melanggar, sehingga memaksa petugas menyuruh pengendara untuk balik arah. 

TRIBUNPALU.COM - Indonesia memilih untuk tidak melakukan Lockdown untuk mencegah penularan virus Covid-19, sebab biayanya sangat mahal, berapakah? 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih untuk tidak menerapkan pembatasan aktivitas berskala besar atau lockdown dalam mengatasi meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

Menurut Jokowi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM Mikro) masih merupakan keputusan yang paling tepat dalam menangani Covid-19.

Hal ini karena PPKM Mikro tidak mematikan ekonomi rakyat.

"Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan Covid-19, karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," kata Jokowi dalam video pernyataannya yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Kabinet, Rabu (23/6/2021).

Dikatakan Jokowi, PPKM Mikro belum efektif menekan kasus Covid-19 karena pelaksanaannya masih belum menyeluruh di beberapa daerah.

Jokowi pun meminta kepada setiap kepala daerah untuk memperkuat PPKM Mikro dan posko Covid-19 pada masing-masing wilayah.

"Saya minta kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk meneguhkan komitmennya untuk mempertajam penerapan PPKM Mikro," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengatakan lockdown tidak dipilih oleh pemerintah karena biayanya yang mahal.

"Kita hargai pandangan orang (yang mengusulkan) lockdown, tapi virusnya masih di situ."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved