Terorisme MIT Poso
Pernah Jadi Orang Paling Dicari di Sulteng, 5 Mantan Teroris Poso Kini Geluti Bisnis Ayam
Rombongan Satgas Madago Raya yang dipimpin Iptu Made Bagiartha disambut pengelola peternakan ayam yang tidak lain adalah para mantan Teroris.
TRIBUNPALU.COM , PALU – Satuan Tugas (Satgas) Humas Operasi Madago Raya meninjau peternakan ayam yang dikelola lima mantan Narapidana Terorisme (napiter) Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (25/6/2021).
Peternakan itu terletak 30 kilometer dari Kota Kabupaten Poso tepatnya di Desa Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir.
Rombongan Satgas Madago Raya yang dipimpin Iptu Made Bagiartha disambut pengelola peternakan ayam yang tidak lain adalah para mantan Narapidana Terorisme.
Mereka kini mengelola peternakan ayam setelah mendapatkan pembinaan dan bantuan dari program Direktorat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Kelima mantan Narapidana Terorisme itu adalah Ramdan alias Andang, Supriadi alias Upik Pagar, Salamun alias Amun, Rafli Tamanjeka dan Imron Tamanjeka.
Dalam membangun usahanya itu, kelimanya memulai dari 100 ekor ayam per orang.
“Setelah berjalan, meningkat menjadi 5.000 ekor dan saat ini kami sementara pembuatan kandang yang menampung semua ternak itu, doakan semoga dalam minggu depan ini sudah mulai beroperasi," kata Supriadi alias Upik Pagar melalui rilis Tim Satgas Humas Operasi Madago Raya kepada wartawan, Sabtu (26/6/2021).
Baca juga: Kapolda Sulteng Teteskan Air Mata karena Teroris Poso Dituding Hanya Dipelihara
Baca juga: Update Perburuan Teroris MIT: Kapolda Sulteng Teteskan Air Mata, Situasi di Poso Belum Kondusif
Selain menceritakan tentang aktivitas peternakan ayam yang saat ini dikelola, Upik juga berharap adanya pembinaan remaja dan anak muda di desa-desa dalam bentuk taklim yang dibina Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Hal itu agar aktivitas pemuda di pedesaan Poso dapat dikontrol.
“Kami rindu dengan Poso yang aman" ujar Upik yang diaminkan rekan-rekannya.
Untuk menunjang usaha ayam petelurnya, BNPT juga memberikan satu unit sepeda motor yang dilengkapi bak.
Upaya BNPT itu untuk menyadarkan kelima mantan Narapidana Terorisme itu dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kasatgas Humas Ops Madago Raya Kombes Pol Didik Supranoto menyebutkan, keberadaan mantan Narapidana Terorisme di tengah-tengah masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah melalui program deradikalisasi yang dilakukan BNPT dan Satgas Madago Raya.
“Demikian juga apa yang sudah diperbuat dan dikembangkan seperti ternak ayam petelur bantuan BNPT harus dipublikasikan agar masyarakat tahu, bahwa mantan Narapidana Terorisme ternyata juga mampu mengembangkan usaha terlebih di masa Pandemi Covid-19, “ jelas Didik.
Didik mengatakan, Operasi Madago Raya tidak hanya mengejar DPO MIT Poso, tapi juga menggalakkan kegiatan sosial berupa sunatan massal, pengobatan gratis, pembagian paket sembako, pemberian bibit tanaman, bantuan pakan ternak dan lain-lain.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/peternakan-ayam-mantan-teroris-poso-2.jpg)