Masjid Ditutup di Masa PPKM, UAH: Lewat Fenomena Ini Allah Meminta Kita Keluar dari RumahNya

Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tempat ibadah termasuk Masjid ditutup sementara.

Penulis: Rezha Rinaldy | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Ustaz Adi Hidayat (UAH) 

TRIBUNPALU.COM - Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tempat ibadah termasuk Masjid ditutup sementara.

Pemerintah mengimbau masyarakat menunaikan ibadah dari rumah selama PPKM darurat.

Di masa PPKM tersebut, pihak Polri juga akan mengerahkan petugas untuk berpatroli ke tempat-tempat ibadah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Jadi nanti dengan cara patroli, rekan-rekan kita yang di bawah itu bersama TNI yang di bawah, tentunya nanti akan menggandeng pemangku kebijakan terkait, mendatangi surau-surau atau masjid-masjid di tingkat kecamatan," ucap Asisten Operasi Kapolri Imam Sugianto dilansir dari kanal Youtube Kemenko PMK pada 2 Juli 2021.

Baca juga: Gelar ETIMM Bersama Australia, Menko Airlangga: Indonesia Bertekad Jadi High-Income Country

Baca juga: Universitas Tadulako Pastikan Kegiatan Seleksi Polri di Kampus Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19

Baca juga: Kapolda dan Danrem Lanjut Perburuan Teroris MIT di Wilayah Poso Pesisir Utara

Namun patroli yang dilakukan Polri tersebut tidak akan menggunakan pembuburan paksa di tempat ibadah.

Tetapi, petugas akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait aturan-aturan yang harus dipatuhi selama PPKM.

"Kalau misalkan nanti kemudian masih berlangsung, kita tidak akan serta-merta kalau orang sudah salat kemudian dibubarkan. Ini nanti akan mengundang persoalan baru. Paling tidak kita coba lakukan edukasi dan pemberitahuan terkait dengan kebijakan pemerintah," kata Imam Sugianto menambahkan.

Ditutupnya Masjid selama PPKM disoroti oleh Ustaz Adi Hidayat.

Penceramah yang akrab disapa UAH itu mengimbau masyarakat mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Aktivitas jamaah Masjid Jami Jl Wahid Hasyim, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Rabu (12/5/2021) sore.
Aktivitas jamaah Masjid Jami Jl Wahid Hasyim, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Rabu (12/5/2021) sore. (Handover)

Menurut UAH, ibadah bisa dilakukan di rumah tanpa harus memaksakan ke Masjid.

"Sudah kalau masuk zona merah dan sudah ditunjukkan ada larangan dari pemerintahan setempat, alangkah lebih baiknya tunaikan (salat) di rumah. Tidak perlu memaksakan ke masjid," sebut Ustaz Adi Hidayat dikutip dari kanal Youtube Adi Hidayat Official pada 5 Juli 2021.

Lebih lanjut UAH mengatakan, fenomena ditutupnya Masjid selama PPKM bisa menjadi bahan renungan bagi umat Muslim.

Ia juga menjelaskan terkait hadis Nabi Muhammad SAW yang menerangkan setiap umat Muslim akan mendapat pahala yang sama ketika tidak bisa menjalankan ibadah seperti biasanya karena suatu halangan.

Baca juga: Hasil Copa America:Alot Hingga Adu Penalti, Argentina Tantang Brasil di Final Usai Kalahkan Kolombia

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 7 Juli 2021, Naik Rp 1.000, Ini Rincian Harga per Gramnya

Baca juga: Cara Dapatkan Sertifikat Vaksin Covid-19, Simak Caranya: Login di pedulilindungi.id, Siapkan No Hp

Dalam hal ini, umat Muslim tengah menghadapi halangan berupa pandemi COVID-19.

"Kita harus banyak merenung, kenapa Allah sampai mengeluarkan kita dari rumah-Nya?" katanya.

"Allah lewat fenomena ini (pandemi) meminta kita 'keluar' dari rumah-Nya. Orang yang imannya sadar, pasti akan bertanya, 'Ya Allah saya salah apa? Apa yang saya perbuat selama ini? Atau apa yang salah di lingkungan saya?'" tambahnya.

UAS kemudian mengajak umat Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara bertobat dan menunaikan salat malam.

"Makanya, saya pikir ini waktu yang pantas untuk bertobat bagi kita semua. Malam bangun, minimal satu per satu di antara kita itu bertobat, minta ampun sama Allah," ujarnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved