Jumat, 1 Mei 2026

Ibas Kritik Pemerintah soal Covid-19, Khawatir Indonesia Disebut Failed Nation, Ini Pernyataannya

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan kritik kepada pemerintah terkait penanganan Covid-19,Dalam kritiknya, Ibas menyinggung soal failed nation

Tayang:
Editor: Imam Saputro
handover
Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono, M.Sc. alias Ibas 

TRIBUNPALU.COM - Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan kritik kepada pemerintah terkait penanganan Covid-19.

Nama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menjadi sorotan setelah melontarkan kritik pada pemerintah soal penanganan Covid-19.

Dalam kritiknya, Ibas menyinggung soal failed nation atau bangsa yang gagal.

Dikutip dari Tribunnews, kritikan ini disampaikan Ibas sebagai respons atas melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia beberapa waktu terakhir, serta angka kematian yang relatif tinggi.

Dalam keterangannya, Ibas mengaku khawatir Indonesia disebut sebagai bangsa gagal karena tidak mampu menyelamatkan rakyatnya dari Covid-19.

"Begini ya, Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini?"

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas memimpin Rapat Panitia Kerja Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Prioritas Anggaran RAPBN Tahun 2022 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas memimpin Rapat Panitia Kerja Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Prioritas Anggaran RAPBN Tahun 2022 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021). (Ist)

"Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Lebih lanjut, Ibas menyoroti soal kelangkaan tabung oksigen di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia menilai kasus kelangkaan ini merupakan preseden terburuk.

"Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, tapi saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat,” katanya.

Tak hanya itu, Ibas menganggap pemerintah kurang mempersiapkan diri dalam menghadapi varian baru Covid-19.

Padahal, pandemi di Indonesia sudah memasuki tahun kedua.

Seharusnya, menurut Ibas, pemerintah bisa mengantisipasi adanya varian baru.

"Kan ada varian baru di negara lain. Kita tahu, itu bukan tak mungkin masuk ke negara kita."

"Lalu muncul kasus-kasus baru, kemudian angka yang kita khawatirkan juga terjadi, dan lain sebagainya," terang dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved