Lawan Virus Corona
Dilaporkan ke Polda Metro, Sosok Lois Owien Dibongkar Dokter Tirta: Dia Tak Terdaftar di IDI
Nama Lois Owien kini sedang menjadi perbicangan hangat usai dirinya mengelurkan statmen soal kebohongan COVID-19.
TRIBUNPALU.COM - Nama Lois Owien kini sedang menjadi perbicangan hangat usai dirinya mengelurkan statmen soal kebohongan COVID-19.
Wanita yang mengaku sebagai dokter itu blak-blakan tak percaya dengan segala teori tentang virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China tersebut.
Setelah statmennya membuat geger, kini Lois Owien dikabarkan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Dilansir dari TribunJakarta.com, influencer sekaligus dokter, Tirta Mandira Hudhi yang dikabarkan telah melaporkan Lois Owien.
Baca juga: Lowongan Kerja Sulteng: Berikut 5 Lowongan Kerja Terbaru di Kota Palu dan Sekitarnya
Baca juga: Operasi Pangan Gratis Saat PPKM, ACT Salurkan 1.000 Ton Beras ke Warga
"Info yang tidak bisa dibuktikan itu hoax,
Apalagi di kala pandemi, kasian warga bingung
Covid ada. Seluruh dunia merasakannya. Semua pengen cepet slesai
Diajak klarifikasi ga mau, solusi? Ya begini saja. Setelah dibuatin wadah. Dikasih undangan ditolak. Oke ini langkah terakhir yang dibuat," demikian kata dr Tirta lewat akun Instagram pribadinya.
Rencananya Polda Metro Jaya akan merilis kasus dokter Lois pada Senin (12/7/2021) siang sekitar pukul 13.00 WIB, jika tidak ada perubahan.
Diketahui, seorang wanita yang mengaku bernama dokter Lois Owien.
Dalam sebuah acara yang dipandu Hotman Paris Hutapea, Louis mengatakan bahwa dirinya tak percaya dengan adanya virus corona.
Ketika ditanya Hotman soal banyaknya orang meninggal hingga 50 ribuan yang dikuburkan secara protokol Covid, apakah tidak dianggap sebagai virus corona.
"Bukan pak itu meninggal karena interaksi obat," jawab dokter Lois Owien .
"Pak kalau buka data di rumah sakit, pemberian obat itu lebih dari 6 macam," ujarnya.
Tak Terdaftar Sebagai Anggota IDI
Menanggapi hal tersebut, dr Tirta pun mengklarifikasi soal omongan Lois yang dianggap telah menyesatkan masyarakat.
Ada beberapa poin diungkapkan dr Tirta yang mengungkapkan tentang Lois.
Fakta mengejutkan ternyata dokter Lois setelah diselidiki ternyata tidak terdaftar di IDI (Ikatan Dokter Indonesia.
"Saya konfimasi ke IDI pusat ke dokter Daeng bahwa dokter Lois tidak terdaftar di anggota IDI. Semua dokter di Indonesia harus terdaftar di IDI," ujar dr Tirta dikutip Wartakotalive.com dari akun instagramnya, Minggu (11/7/2021).
Selain itu status STR Louis tidak aktif sejak tahun 2017.
Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) merupakan dokumen hukum/tanda bukti tertulis bagi dokter dan dokter spesialis bahwa yang bersangkutan telah mendaftarkan diri dan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan serta telah diregistrasi pada Konsil Kedokteran Indonesia.
Louis juga disebutkan dr Tirta, tidak menangani pasien pandemi baik secara relawan maupun prakter.
"Beberapa kali di unggahan media sosial ibu Louis itu sudah menghina banyak dokter dengan memakai kata-kata kasar, seperti dr Ninggar, dr Dewa, Profesor Ahmad Zubairi, dr Daeng, dokter Tirta dan ada bukti dan mengcapture omongan dia, " lanjut dokter Tirta.
Untuk itu Lois diminta tanggung jawab, dirinya diundang PP IDI karena pernyataannya sudah menyebabkan false information.
Lois juga menantang IDI Pusat untuk debat ilmiah. " Untuk itu dia diminta klarifikasi semuanya di kantor IDI Pusat minggu depan,"
Mengapa baru sekarang akan dilaporkan? Padahal dari dulu sudah menghina banyak dokter.
Dokter Tirta menjelaskan Lois tidak dilaporkan karena mengira fake account, domisili tidak jelas.
Kehadiran dia di sebuah acara televisi akan membuat semakin jelas niat dan tujuannya.
Sehingga diharapkan Louis klarifikasi dan mempertanggungjawabkan statemennya secara ilmiah, di depan para ahli di kantor PB IDI Pusat.
Jika informasi yang disebarkan tidak bisa dipertanggungjawabkan maka dikategorikan sebagai kebohongan, sehingga bisa diproses secara hukum.
"Adapun berita yang disebar ibu Louis terkait interaksi obat, terkait anti masker, bahwa covid tidak ada, dan yang meninggal karena covid tidak ada, terkait vitamin C tiap jam secara ilmiah harus dibuktikan," ujar Tirta.
Dokter Tirta mengaku pernah ditantang debat di televisi namun pria yang akrab disapa Cipeng ini enggan menanggapinya.
Sebab Louis telah menghina teman sejawat, para dokter dan guru besar. Selain itu belum terbukti kebenarannya.
"Anda harus minta maaf pada kawan sejawat saya. Jadi sudahi debat Anda di media sosial sekarang juga, " pungkas dokter Tirta.
Komentar Denny Siregar
Selain tak percaya Covid-19, Lois Owien juga mengaktakan banyak orang pasien positif Covid-19 yang meninggal bukan karena infeksi virus corona.
Mereka meninggal akibat interaksi obat yang berlebihan.
Dirinya menyebutkan, obat-obatan yang digunakan untuk pasien Covid-19 telah menimbulkan komplikasi di dalam tubuh.
Dilansir dari TribunJambi.com, terkini, dr Lois sempat mengeluarkan pernyataan bakal membubarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dirinya juga ngaku punya kuasa penuh membubarkan IDI serta mencabut izin praktek nakes yang ia anggap salah.
Denny Siregar pun berkomentar.
"Ini kayaknya sejenis ma Sunda empire.." tulis Denny Siregar lewat Instagram @dennysirregar, Senin (12/7/2021).
Cuitannya disertai capture artikel berita terkait pernyataan dr Lois Owien yang mengaku punya kuasa penuh membubarkan IDI.
Diberitakan, pernyataan dr Lois itu ia posting di akun Instagram @dr_lois7
"Hak penuh bagi saya mengatur kedokteran sesuka hati saya. Bubarkan ID pun saya punya kuasa penuh," demikian pernyataan dr Lois. (*)