Teroris Poso Tewas
2 Anggota MIT Poso Tewas, Pengamat Terorisme Untad: Patut Diapresiasi
Pengamat Terorisme Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil menilai, kinerja aparat perlu mendapat apresiasi dari semua pihak.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Prajurit TNI tergabung dalam Operasi Madago Raya berhasil menembak mati dua anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), 11 Juli 2021.
Pengamat Terorisme Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil menilai, kinerja aparat perlu mendapat apresiasi dari semua pihak.
Namun kata dia, tewasnya dua anggota kelompok MIT Poso belum sepenuhnya mengakhiri kasus Terorisme di wilayah Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong.
"Keberhasilan TNI dalam menewaskan 2 anggota MIT tentu patut diapresiasi. Namun ini belum berakhir," kata Prof Khairil, Rabu (14/7/2021).
Prof Khairil menyebut pemerintah dan aparat keamanan sudah banyak melakukan upaya untuk mengatasi Terorisme di Sulawesi Tengah.
Baca juga: Singapura Segera Tambah Bantuan Iso Tank dan Liquid Oxygen ke Indonesia
Meski tak kunjung tuntas, Dekan FISIP Untad itu meminta seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pemberantasan Terorisme oleh aparat TNI-Polri.
"Kasus teror MIT ini sudah berlangsung sangat lama. Semua pihak perlu bergandeng tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Kerja sama dan komitmen akan sangat menentukan persoalan ini bisa tuntas," ucap Prof Khairil.
Kedua anggota MIT yang tewas bernama Rukli dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.
Keduanya tewas diberondong peluru personel Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabsus) Tricakti TNI dari satuan Kopassus.
Mereka disergap saat beristirahat di camp persembunyian di wilayah Pegunungan Batu Tiga, Desa Tanalanto, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (11/7/2021) pagi.
Baca juga: Wali Kota Palu Perintahkan Dinas Sosial Cepat Bagikan Bansos ke Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri
Dengan demikian, kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora itu saat ini diketahui tersisa tujuh orang.
Di antaranya Ali Ahmad alias Ali Kalora, Qatar alias Farel alias Anas, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Abu Alim alias Ambo, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Suhardin alias Hasan Pranata dan Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/pengamat-terorisme-universitas-tadulako-prof-muhammad-khairil.jpg)