Sabtu, 25 April 2026

Palu Hari Ini

Pengecoran Rupang di Palu Jadi Titik Keempat, Simbol Persatuan Umat Buddha Indonesia

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) dan menegaskan persatuan Umat Buddha di seluruh Indonesia.

Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
RUPANG BUDDHA NUSANTARA - Rangkaian pembuatan Rupang Buddha Nusantara mencapai titik keempat di Vihara Karuna Dipa, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (12/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dilaksanakan di Vihara Karuna Dipa, Kota Palu, menjadi titik keempat setelah Medan, Bali, dan Samarinda, sebagai bagian dari peringatan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia.
  • Rupang Nusantara melambangkan persatuan umat Buddha di seluruh Indonesia dan diambil dari model Candi Sewu dengan mudra Bhūmisparsa, sekaligus sarana edukasi sejarah dan budaya Buddha.
  • Seluruh bagian Rupang yang dicetak di berbagai daerah akan dirangkai menjadi satu kesatuan pada 21 Juni 2026 di Jakarta.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Rangkaian pembuatan Rupang Buddha Nusantara mencapai titik keempat di Vihara Karuna Dipa, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) dan menegaskan persatuan Umat Buddha di seluruh Indonesia.

Ketua Wisma Bhikkhu Saṅgha Theravāda Indonesia, YM Dhammasubho Mahathera, mengatakan pembuatan Rupang Buddha Nusantara dilakukan secara nasional agar seluruh daerah dapat berkontribusi.

Baca juga: Kalah di Laga Terakhir, Persipal Palu Turun ke Liga 3

“Ini simbolik, representasi dari Buddha Gautama dan perjalanan 50 tahun STI dalam membimbing umat di Tanah Air,” ujar Dhammasubho Mahathera.

Rupang yang dicetak di Palu nantinya akan dirangkai bersama bagian-bagian dari wilayah lain pada 21 Juni 2026 di Jakarta dan ditempatkan di vihara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, menilai kegiatan ini penting untuk mengenalkan sejarah dan budaya Buddha kepada generasi mendatang.

“Pembuatan Rupang Nusantara diambil dari model Candi Sewu dengan mudra Bhūmisparsa, yang melambangkan bumi sebagai saksi kebajikan,” kata Supriyadi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga sebagai sarana edukasi dan penghargaan terhadap peradaban Buddha di Indonesia.

Baca juga: Potensi Hujan Lebat dan Banjir di Poso Sulteng Dipicu Suhu Laut Hangat dan Pola Shearline

Upacara pengecoran di Palu ini menjadi simbol persatuan umat Buddha menjelang usia emas STI, setelah sebelumnya dilaksanakan di Medan, Bali, dan Samarinda.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved