Minggu, 19 April 2026

Kritik Pengetatan PPKM, dr Eva: Kebijakan Ambigu, Rakyat Tak Boleh Pindah-pindah Tapi TKA Masuk

Kritik terhadap pengetatan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus mengalir.

Handover
dr Eva Sri Diana dalam program Catatan Demokrasi TvOne. 

TRIBUNPALU.COM - Kritik terhadap pengetatan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus mengalir.

Mulai dari politisi, public figure, hingga masyarakat biasa menyuarakan kritik penanganan COVID-19 pemerintahan Jokowi.

Bahkan dari kalangan tenaga medis, kritik pun mengalir terkait pengetatan PPKM.

Dilansir dari TribunPontianak.co.id, kritik itu disampaikan dr Eva Sri Diana saat berbicara dengan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin dalam program Catatan Demokrasi TVOne, Selasa 14 Juli 2021 malam.

Pada kesempatan itu, dr Eva meminta pemerintah melakukan langkah mencegah masuknya virus baru.

Baca juga: Risma Jadi Trending Twitter Usai Marahi ASN, Tokoh Papua Kritik Keras Pernyataan Mensos

Menurutnya, kalau virus baru ini terus masuk, bandara terus dibuka, penyakit akan ada terus.

"Saya minta Bang Ngabalin, dengan segala hormat," katanya. 

''Kami ini lelah. Jumlah kami jauh berkurang. Tolong tutup pintu-pintu masuk penularan,'' lanjutnya.

''Kami setiap saat merasa akan mati. Setiap akan ke rumah sakit saya tu nangis Bang,'' ungkap dokter Eva.

Menurutnya, saat sampai di rumah sakit, berusaha melupakan semua kesedihan.

''Melupakan semua ketakutan saya. Tapi begitu sampai di rumah, saya nangis lagi bang,'' katanya.

''Saya ingat tadi pasien-pasien saya yang mati dengan sia-sia. Sekarang banyak ibu-ibu hamil yang mati,'' paparnya.

Dokter Eva mengatakan, anak-anak muda yang masih kuat-kuat, kelahiran 90 itu juga mati.

''Andaikan virus baru ini tidak masuk, kerja kita nggak seperti ini. Mungkin sudah hampir baik. Itu yang terjadi,'' paparnya. 

Oleh karena itu dirinya meminta agar pemerintah menutup pintu masuknya warga negara asing.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved