Rabu, 29 April 2026

Luhut Tegaskan Penanganan COVID-19 di RI Terkendali, Wapres: Pemerintah Sekarang Pontang-panting

Menurut Ma'ruf Amin, pemerintah saat ini kewalahan dalam menyiapkan fasilitas kesehatan untuk merawat pasien Covid-19.

handover/tribunnews
Wakil Presiden Ma'ruf Amin 

Ia menyebutkan, tingkat penularan dan keparahan Covid-19 sudah luar biasa.

Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang meninggal dunia, termasuk tenaga kesehatan.

Selain itu, banyak rumah sakit tidak mampu menampung pasien karena tingginya keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate), khususnya di Jawa dan Bali yang di atas 90 persen.

"Ini hal yang saya ingin sampaikan kepada para kiai, sekarang rumah sakit sudah tidak menampung, kekurangan oksigen, tenaga kesehatan banyak wafat," katanya.

Wapres menyebutkan, hingga 6 Juli 2021, tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai lebih dari 1.000 orang, antara lain terdiri atas 405 dokter, 399 perawat, 166 bidan, 43 dokter gigi, dan 32 ahli tenaga laboratorium.

"Untuk jadi dokter itu tidak mudah, bukan satu tahun atau dua tahun, tapi sekarang banyak (dokter) jadi korban," katanya.

Baca juga: Jelang Kedatangan 2 Jenazah Teroris MIT Poso, RS Bhayangkara Palu Dijaga Polisi Bersenjata Lengkap

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, & Arafah, Simak Keutamaan Jalankan Puasa Arafah

Ia juga mengatakan, jumlah ulama yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 mencapai 541 orang, terdiri atas 450 laki-laki dan 90 perempuan.

Oleh karena itu, Wapres meminta para ulama dan tokoh agama Islam untuk dapat bersama-sama dengan pemerintah dalam menanggulangi bencana kesehatan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Saya ingin mengajak sahabat-sahabat saya semua untuk bersama-sama dengan pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19. Bersama-sama pemerintah kita berjuang, berjihad menghadapi bahaya Covid-19 yang jahat," ujar Wapres.

Langkah Pemerintah Hadapi Skenario Terburuk

Lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir membuat pemerintah mulai menjalankan skenario terburuk atau worst case scenario.

Terkait hal itu , Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan, sejumlah langkah yang diambil pemerintah.

Dilansir dari Tribunnews.com, langkah-langkah tersebut berhubungan dengan penambahan tempat tidur rumah sakit (RS), penyedian obat-obatan hingga pemasokan tabung oksigen.

"Penambahan tempat tidur-tempat tidur di Jakarta dengan worst case scenario saya kira berjalan terus, dan di Jawa Barat, Bandung, di Semarang, sampai di Jawa Timur dan Bali," ucap Luhut dalam konferensi persnya, Senin (12/7/2021).

Melihat kondisi tempat tidur di fasilitas kesehatan (faskes) yang penuh, Luhut pun meminta bantuan TNI untuk membuka RS darurat di lapangan.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved