Breaking News:

Teroris Poso Tewas

Dua Jenazah Anggota MIT Belum Terungkap, Pengamat Untad: DNA Satu-satunya Cara

Pihak aparat kepolisian masih terus melakukan identifikasi terhadap dua jenazah terduga anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Penulis: fandy ahmat | Editor: Dimas Adi Satriyo
Puspen TNI
Jenazah dua terduga teroris MIT Poso berhasil dievakuasi Tim Koopsgabsus Trisakti, Rabu (14/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pihak aparat kepolisian masih terus melakukan identifikasi terhadap dua jenazah terduga anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT)

Namun belakangan, identitas nama dari kedua jenazah anggota MIT Poso tersebut mencuat ke permukaan.

Dalam keterangan persnya pada Senin (12/7/2021), Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membeberkan bahwa anggota MIT yang tewas bernama Rukli dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. 

Namun dua hari setelahnya, Waka Sub Satgas Humas Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiono mengklaim belum bisa memastikan identitas dari keduanya. 

Baca juga: VIDEO: Detik-detik Evakuasi Ibu Hamil dan Anak saat Dikepung Banjir di Luwuk Utara

Baca juga: Satgas K5 Besusu Tengah Gencar Penyemprotan Disinfektan di Rumah Pasien Covid-19

Baca juga: Resep Mudah Mengolah Daging Kurban Idul Adha: Beef Teriyaki ala Restoran Jepang

Tak ayal, perbedaan keterangan Mabes Polri dengan Satgas Madago Raya ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. 

Pengamat Terorisme Universitas Tadulako (Untad) Muh Nur Sangadji menilai, kepastian identitas kedua anggota MIT itu hanya bisa terungkap lewat tes DNA. 

"Satu-satunya jalan untuk klarifikasi adalah mencocokkan DNA dan itu langkah yang paling tepat" ujar Nur Sangadji, Jumat (16/7/2021). 

Jenazah kedua terduga anggota MIT telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/7/2021) malam. 

Pihak Polda Sulawesi Tengah sebelumnya telah mengambil sampel sidik jari kedua jenazah di RS Bhayangkara Palu.

Meski pembuktian dengan sidik jari sudah dilakukan, namun kepolisian tetap membutuhkan bukti pendukung berupa tes DNA dari pihak keluarga. (*) 

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved