Breaking News:

Gempa di Sulteng

Trauma Gempa 6,5 M, Seribuan Warga Pesisir Ampana Menginap 8 Km dari Rumah

"Tolong doakan kami di Ampana dan Tojo Una-Una, semoga tak ada lagi kasihan gempa susulan," ujar Zulkifli Aco (36), warga Labuhan

Penulis: Tamzil Thahir | Editor: Dimas Adi Satriyo
HandOver
Tangkapan layar dari video live Facebook, Aco Mekanik. Memperlihatkan kondisi terkini pasca gempa 6,5 M di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, (26/7/2021) pukul 23.21 Wita. 

TRIBUNPALU.COM, AMPANA - "Tolong doakan kami di Ampana dan Tojo Una-Una, semoga tak ada lagi kasihan gempa susulan," ujar Zulkifli Aco (36), warga Labuhan, Kecamatan Ampana, ibu kota Kabupaten Tojouna-Una, Sulawesi Tengah kepada Tribun-Palu.com, Senin (26/7/2021) pukul 23.21 Wita.

Aco dan sekitar 300-an tetangganya naik motor ke dataran tinggi, sejak pukul 19.30 wita.

"Gempa pertama 5 koma kami sdah mulai bamyak naik ke sini. Rumah saya tinggal susah plafon yang jatuh." Ujarnya.

Saat dikonfirmasi TribunPalu.com, Aco mengaku tengah mengungsi di salah satu rumah warga di Desa Bangku Lango, sekitar 8 km sebelah barat Labuan.

"Kita menginap di sini dulu sementara, takutnya ada gempa susulan dan diikuti tsunami," ujarnya melalui sambungan telepon GSM.

Bersama istri dan dua anaknya mekanik di perusahaan tambang ini, mengungsi bersama sekitar seribuan warga pesisir Ampana, ke dataran lebih tinggi.

Rumah Aco hanya berjarak 400 m dari garis pantai.

Labuan adalah pusat ekonomi kabupaten yang menghubungkan Poso, Luwuk Banggai, dan Palu.

Labuan adalah kelurahan utama di Ampana, ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una.

Jarak Ampana dengan Palu, ibu kota provinsi Sulteng sekitar 375 km di sebelah timur.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved