Indonesia Punya Cadangan Nikel Terbanyak di Dunia, Ekonom: 90 Persen Dinikmati China
Meski punya cadangan nikel terbanyak, bukan berarti Indonesia bisa menikmatinya secara keseluruhan.
TRIBUNPALU.COM - Indonesia merupakan salah satu negara pemilik harta karun Nikel terbesar di dunia.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020, Indonesia disebut memiliki cadangan Nikel sebesar 72 juta ton Ni (Nikel).
Jika dipersentasekan, Indonesia memiliki 52 persen cadangan Nikel dunia.
Artinya, Indonesia adalah negara dengan cadangan Nikel terbanyak di dunia.
Namun, meski punya cadangan Nikel terbanyak, bukan berarti Indonesia bisa menikmatinya secara keseluruhan.
Menurut Ekonom Senior Faisal Basri, Indonesia hanya menikmati sekitar 10 persen dari pengelolaan Nikel tersebut.
Sementara sisanya dinikmati negara China.
Baca juga: Menko Airlangga: Modernisasi Koperasi agar Adaptif dan Berdaya Saing
Baca juga: Bantu Cegah Infeksi Mata dengan Ketumbar, Simak Penjelasan hingga Cara Mengaplikasikannya ke Mata
Hal tersebut diungkapkan Faisal Basri di kanal YouTube Refly Harun, Selasa (27/7/2021).
“Maksimal yang tinggal di wilayah Republik Indonesia ini 10 persen,” kata Faisal.
Pengamat politik Refly Harun kemudian menanyakan, apakah maksud Faisal Basri proses pengelolaan Nikel di Indonesia kebanyakan dinikmati oleh China.
“Jadi 90 persen dinikmati oleh China?” tanya Refly Harun.
“90 persen. Jadi Indonesia dijadikan ekstensi dari China untuk mendukung industrialisasi di China,” jawab Faisal.
Ekonom berusia 61 tahun itu kemudian menambahkan, seharusnya sebagian besar hasil pengelolaan Nikel tersebut dinikmati oleh Indonesia.
“Kalau hitungan korporasi, tentu saja berapa modal yang disetor. Kita kan punya bijinya, kita punya tanah, kita punya tenaga kerja,” katanya.
“Kalau misalnya di kasus minyak di masa lalu, itu bagi hasilnya 85 persen untuk pemerintah, 15 persen untuk kontraktor setelah segala biaya ditanggung oleh pemerintah,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/faisal-basri1.jpg)