PPKM Level 4,Diperpanjang atau Dilonggarkan? Ini Pendapat Epidemiolog, Singgung Soal Jebakan Pandemi

Saran epidemiolog terkait kelanjutan PPKM level 4 yang berakhir hari ini, baiknya diperpanjang atau dilonggarkan? 

Editor: Imam Saputro
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Tingkat Kota Bandung menyuruh pengendara bermotor yang berboncengan untuk berbalik arah di Cek Poin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bandung di Jalan Cibaduyut Raya, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/5/2020). Penerapan PSBB Bandung Raya hari ke-11 di cek poin perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung ini masih banyak yang melanggar, sehingga memaksa petugas menyuruh pengendara untuk balik arah. 

TRIBUNPALU.COM - Saran epidemiolog terkait kelanjutan PPKM level 4 yang berakhir hari ini, baiknya diperpanjang atau dilonggarkan? 

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, ikut buka suara mengenai kelanjutan PPKM Level 4 yang berakhir pada hari ini, Senin (2/8/2021).

Meski belum diketahui secara pasti apakah diperpanjang atau tidak, Pandu memprediksi PPKM Level 4 akan dilonggarkan.

Padahal, menurutnya, pemerintah belum siap jika harus menghadapi lonjakan kasus Covid-19 lagi saat melonggarkan PPKM Level 4.

"(Kemungkinan) Minggu ini akan dilonggarkan dulu, tapi menurut saya kita belum siap karena akan terjadi kenaikan lagi kalau dilonggarkan," kata Pandu, dikutip dari tayangan YouTube tvOne, Senin (2/8/2021).

Pandu menjelaskan, jika pemerintah terus mengulangi pengetatan dan pelonggaran PPKM, maka Indonesia akan masuk pada jebakan pandemi.

Hal itu lantaran setiap kali PPKM dilonggarkan, maka lonjakan kasus Covid-19 akan terus terjadi.

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono di acara APA KABAR INDONESIA PAGI, Selasa (26/5/2020). Pandu memaparkan prediksi potensi gelombang kedua Covid-19 di Jakarta yang terdapat di arus balik pemudik.
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono di acara APA KABAR INDONESIA PAGI, Selasa (26/5/2020). Pandu memaparkan prediksi potensi gelombang kedua Covid-19 di Jakarta yang terdapat di arus balik pemudik. (YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne)

"Kita tidak bisa mengatasi pandemi seakan-akan selalu ada penurunan dan kenaikan kasus. Ini yang disebut sebagai jebakan pandemi."

"Jadi selama kita mengalami fase seperti itu, tidak akan mungkin kita bisa memulihkan kehidupan, termasuk memulihkan ekonomi," jelas Pandu.

Untuk itu, Pandu menyarankan agar PPKM Level 4 terus dilanjutkan demi menghindari jebakan pandemi.

Sebab, ia menilai, aturan PPKM bisa efektif untuk menekan penularan kasus jika dilakukan secara konsisten.

"PPKM itu akan berhasil menurunkan kasus setelah dua sampai tiga minggu saja, tapi sifatnya sementara, nanti begitu kita longgarkan, akan terjadi peningkatan lagi."

Suasana penyekatan di Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, tampak lengang dan pengendara tidak begitu signifikan melintasi pembatasan pada Hari Minggu (1/8/2021). Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jakarta berlaku hingga 2 Agustus 2021 besok. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraja)
Suasana penyekatan di Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, tampak lengang dan pengendara tidak begitu signifikan melintasi pembatasan pada Hari Minggu (1/8/2021). Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jakarta berlaku hingga 2 Agustus 2021 besok. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraja) (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

"Jadi kita harus bergerak menekan kasus penularan semaksimal mungkin dan terus menerus."

"Kita harus pertahakan supaya kalau ada lonjakan tidak terlalu tinggi, sehingga kita bisa kembali memulihkan ekonomi," paparnya.

Kendati demikian, Pandu menyebut ada cara lain yang bisa menggantikan PPKM.

Yakni dengan taat melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing, treatment) secara kuat.

Sekaligus berusaha semaksimal mungkin meningkatkan cakupan vaksinasi ke seluruh negeri.

"Dengan tiga cara itu kita bisa menggantikan fungsi PPKM yang sangat ketat sehingga masyarakat bisa pulih," tuturnya.

Data Kasus Covid-19 Sepekan Terakhir

Lantas, bagaimana data perkambangan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir?

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyatakan PPKM Level 4 akan dibuka secara bertahap jika kasus Covid-19 mengalami penurunan.

Menurut data Covid-19 dalam sepekan terakhir ini, angka penambahan kasus memang terlihat adanya penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Namun, angka tambahan kasus baru harian masih relatif tinggi dengan 30-40 kasus per hari. 

Sementara, kasus sembuh harian kerap kali mengalami peningkatan.

Bahkan, beberapa kali mengalami rekor kasus seperti pada 27 Juli 2021 lalu dengan 47.128 kasus.

Sayangnya, kasus kematian harian relatif masih tinggi. 

Setelah mengalami rekor pada 27 Juli 2021 dengan 2.069 kasus, angka kematian harian tercatat fluktuatif dengan sekitar 1.800 kasus per hari.

Berikut data perkambangan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir: 

Kasus Baru Harian

- 25 Juli: 38.679

- 26 Juli: 28.228

- 27 Juli: 45.203

- 28 Juli: 47.791

- 29 Juli : 43.479

- 30 Juli: 41.168

- 31 Juli: 37.284

Kasus baru harian dalam sepekan terakhir, Minggu (1/8/2021).
Kasus baru harian dalam sepekan terakhir, Minggu (1/8/2021). (Covid19.go.id)

Kasus Sembuh Harian

- 25 Juli: 37.640

- 26 Juli: 40.374

- 27 Juli: 47.128

- 28 Juli: 43.856

- 29 Juli : 45.494

- 30 Juli: 44.550

- 31 Juli: 39.372

Kasus sembuh harian dalam sepekan, Minggu (1/8/2021).
Kasus sembuh harian dalam sepekan, Minggu (1/8/2021). (Covid19.go.id)

Kasus Kematian Harian

- 25 Juli: 1.266

- 26 Juli: 1.487

- 27 Juli: 2.069

- 28 Juli: 1.824

- 29 Juli : 1.893

- 30 Juli: 1.759

- 31 Juli: 1.808

Kasus kematian harian Covid-19 dalam sepekan, Minggu (1/8/2021).
Kasus kematian harian Covid-19 dalam sepekan, Minggu (1/8/2021). (covid19.go.id)

(Tribunnews.com/Maliana/Daryono)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PPKM Level 4 Diperpanjang atau Tidak? Epidemiolog Sarankan Dilanjutkan demi Hindari Jebakan Pandemi

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved