Rabu, 6 Mei 2026

Penampakan dan Isi Teks Proklamasi Autentik, Ternyata Telah Dilakukan Perubahan 5 Kata

Membaca proklamasi merupakan salah satu hal wajib yang dilakukan ketika memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.

Tayang:
handover
Teks Proklamasi Autentik 

Pada naskah Proklamasi Klad memang tidak ditandatangani, sedangkan pada naskah Proklamasi Autentik sudah ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

naskah Proklamasi Klad
naskah Proklamasi Klad (Handover)

Penulisan tahun pada kedua teks naskah proklamasi tersebut (baik pada teks naskah Proklamasi Klad maupun pada teks naskah Proklamasi Otentik) tertulis angka "tahun 05" yang merupakan kependekan dari angka "tahun 2605".

Hal tersebut dikarenakan tahun penanggalan yang digunakan pada zaman pemerintah pendudukan militer Jepang saat itu adalah sesuai dengan tahun penanggalan yang berlaku di Jepang, yakni "tahun 2605".

Soegiarin, Penyebar Kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Ke Dunia

Kemerdekaan merupakan bentuk deklarasi suatu negara bebas dari penjajah.

Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan berlangsung di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 pada pukul 10.00 tanggal 17 Agustus 1945.

Namun rupanya pernyataan kemerdekaan itu belum didengar oleh luar negeri.

Lalu siapa yang menyiarkan kemerdekaan Republik Indonesia hingga luar negeri?

Dialah R Soegiarin, satu diantara pejuang kemerdekaan asal Semarang yang menyiarkan kemerdekaan hingga ke luar negeri.

Banyak yang tidak tahu siapa itu sosok pria kelahiran 13/7/1918 dan wafat pada 02/11/1987.

Soegiarin merupakan wartawan di surat kabar Domei (saat ini kantor berita Antara). Dirinya mengirimkan kabar kemerdekaan Indonesia menggunakan sandi morse di kantor beritanya yang saat itu masih dijaga ketat oleh Jepang.

Sosok Soegiarin masih diingat betul oleh adiknya Soegiarno (92). Meski usianya tidak muda lagi, dia masih ingat betul bagaimana perjuangan sang kakak menyiarkan kabar kemerdekaan Indonesia ke luar negeri.

Soegiarno menceritakan Sugiarin merupakan kakak pertamanya. Sugiarin sekolah di sekolah pelayaran jaman Belanda.

Awal kariernya, kakaknya bekerja di di surat kabar milik Belanda terbesar di Surabaya.

"Hingga Jepang masuk beliau (Soegirin) bekerja di Domei yang sekarang kantor berita Antara. Saat itu dipimpin oleh Adam Malik," ujar dia saat melakukan bersih makam Soegirin di Tempat Pemakaman Umum Bergota bersama Koramil Semarang Selatan, Senin (9/11/2020).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved