Klaster Perdos Untad
Perumahan Dosen Untad di Tondo Lock Mikro Efektif, Rapid Antigen Jadi Syarat Keluar Masuk
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid didampingi dr. Reny A Lamadjido memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi penanganan COVID-19 PPKM Level 4.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid didampingi Wakil Wali kota Palu, dr. Reny A Lamadjido memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi penanganan COVID-19 PPKM Level 4.
Rakor tersebut digelar di Baruga Lapangan Vatulemo, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (15/8/2021) malam.
Hadianto Rasyid mengatakan, evaluasi kali ini diharapkan bisa menekan laju COVID-19 di Kota Palu.
Sehingga betul-betul bisa melewati PPKM Level 4 jilid 3 yang cukup membuat kondisi perekonomian, pendidikan, dan lainnya sangat-sangat terbatasi.
"Berdasarkan laporan yang ada, semua pihak harus waspada karena kondisi COVID-19 di Kota Palu saat ini cukup memprihatinkan," kata Hadianto Rasyid.
Apalagi terdapat peningkatan kematian COVID-19 yang cukup tinggi dalam satu pekan berdasarkan hasil PCR.
"Beberapa wilayah yang teridentifikasi angka penyebaran Covidnya masif, yakni Kelurahan Tondo khususnya wilayah Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Tadulako, Kelurahan Birobuli Selatan, Birobuli Utara, dan kelurahan Petobo," ungkap Hadianto Rasyid.
Sehingga demikian, Pemerintah kota Palu mengambil kebijakan akan memberlakukan Lock Mikro Efektif atau pembatasan yang lebih ketat dimulai dari kelurahan Tondo, khususnya di wilayah Perdos Universitas Tadulako Palu.
"Di perumahan dosen sudah mendekati 30 persen penyebaran COVID-19 bahkan kematian sudah mencapai 17 persen di sana. Jadi usulan dari Wawali Perdos kita berlakukan Lock Mikro Efektif atau kata kasarnya Lockdown," ujarnya.
Ketua DPD Partai Hanura itu menuturkan hal-hal yang harus diperhatikan, khusus wilayah Perdos, yakni tidak ada kegiatan apapun baik sifatnya kecil dan besar, penutupan akses masuk Perdos dari pukul 19.00 sampai dengan 06.00 pagi, pemasangan bendera Hijau dan Merah untuk mengidentifikasi mana yang aman dan tidak aman di Perdos.
Baca juga: PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini, Diperpanjang Lagi? Ikhtisar Data Covid-19 Sepekan: Masih Naik Turun
Selain itu, pengetatan bagi warga yang akan masuk ke Perdos dimana harus memperlihatkan hasil swab antigen Negatif.
Pelaksanaan vaksinasi dan Swab yang masif bagi warga Perdos, pasien yang terkonfirmasi positif langsung dibawa ke Bapelkes sebagai lokasi Isolasi Terpadu kota Palu.
"Saya minta Dinas Kesehatan kota Palu vaksinasi dan Swab sudah harus masif dilakukan di sana mulai besok pagi (Senin, 16 Agustus 2021, red)," tuturnya.
Baca juga: Berita Populer Sulteng: Aksi Jambret Ponsel di Banggai hingga Tingkat Kesembuhan COVID-19 di Sulteng
Kemudian, warga yang satu rumah dengan pasien terkonfirmasi positif langsung melakukan Isolasi Mandiri, serta cafe-cafe yang ada di Perdos harus tutup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-dan-evaluasi-penanganan-covid-19-ppkm-level-4.jpg)