Breaking News:

PON Papua

Pordasi Sulteng Siap Biayai Kepulangan Atlet Edo yang Cedera di Bandung

Anjas memastikan kepulangan Edo ke Palu untuk berobat setelah PPKM tidak diterapkan lagi.

Penulis: Nur Saleha | Editor: mahyuddin

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM,PALU - Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sulawesi Tengah Anjas Lamatata bakal membiayai kepulangan Atlet Ketangkasan Berkuda yang mengalami cedera di Kota Bandung, Jawa Barat.

Atlet yang dimaksudnya adalah Edo Apriansyah, Altet Ketangkasan Berkuda atau Equestrian, yang mengalami cedera saat latihan di sekolah khusus Equestrian, Bandung, Jawa Barat.

"Saya sudah dengar tentang dia kecelakaan itu. Tapi posisi itu di saat dia bekerja karena memang dia sudah hampir lima tahun bekerja sebagai pelatih kuda di sana," jelas Anjas Lamatata kepada TribunPalu.com via telepon, Senin (16/8/2021).

Anjas mengatakan, atlet Edo itu telah diberikan kepercayaan untuk mengelola stebel kuda di sana.

"Jadi Edo bukan cedera atau kecelakaan saat latihan persiapan PON, dia posisi jatuh itu dalam menjalankan sesuai tugas hari-harinya," tutur Anjas.

"Rencananya saya akan biayai semua untuk kepulangannya ke Kota Palu, namun masih terkendala soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang diterapkan saat ini," jelasnya menambahkan.

Baca juga: Atlet Berprestasi Palu Cedera saat Latihan di Bandung, Edo Harap Bisa Pulang untuk Pengobatan

Anjas memastikan kepulangan Edo ke Palu untuk berobat setelah PPKM tidak diterapkan lagi.

Edo merupakan atlet kebanggaan Kota Palu.

"Berbagai kejuaraan telah diikutinya baik itu tingkat Kota maupun Provinsi," ucap Anjas.

Untuk kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada September 2021 mendatang, Pordasi belum masuk dalam daftar Cabor yang diikutkan.

Namun rencananya, Pordasi akan dimasukan sebagai daftar Cabor pada PON berikutnya.

Sebelumnya, Edo Apriansyah, altet ketangkasan berkuda atau Equestrian, berharap dapat pulang ke kampung halamannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Pemuda kelahiran Palu, 21 April 1999, itu ingin berobat tradisional di kampung halamannya guna menyiapkan diri menjadi perwakilan daerah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved