Kenali Istilah Ngunduh Mantu dan Serangkaian Tradisinya dalam Prosesi Pernikahan
Berikut kami sampaikan makna dari ngunduh mantu yang kerap dijumpai saat pernikahan adat jawa.
Sehingga keluarga mempelai wanitalah yang mempunyai hajat, dan untuk keluarga pria hanya bisa mengikutinya saja.
Untuk bisa ikut diakui dalam suatu status sosial, maka pihak mempelai pria menyelenggarakan pesta pernikahan.
Kebiasaan ini menjadi tradisi hingga saat ini yang dikenal dengan istilah 'ngunduh mantu', atau pesta pernikahan yang digelar oleh pihak keluarga mempelai pria.
Baca juga: SAH! Ini Momen Haru Akad Nikah Lesti Kejora dan Rizky Billar, Mahar dengan Harga Fantastis
Baca juga: Detik-detik Rangkaian Prosesi Akad Nikah Rizky Billar & Lesti Kejora:Kedatangan Keluarga Hingga Akad
Fenomena 'Ngunduh Mantu' di Era Sekarang
Jika pada zaman dahulu, tradisi ngunduh mantu wajib dilakukan untuk memboyong kedua mempelai menuju ke rumah pengantin pria.
Biaya pestanya ditanggung oleh masing-maisng pihak.
Artinya pihak keluarga mempelai wanita dna pria memiliki anggaran yang berbeda dalam menggelar hajatan tersebut.
Namun seiring berkembangnya waktu, kini hal tersebut bukan menjadi suatu kewajiban.
Bahkan biaya pernikahan saat ini bisa ditanggung oleh kedua keluarga, meskipun pihak mempelai wanita jauh lebih banyak mengeluarkan biaya.
Hal itu juga bukan menjadi sebuah kewajiban.
Terkadang juga ditemui kedua keluarga mempelai tinggal di kota yang berbeda.
Sehingga tidak mengundnag banyak orang, paling tidka hanya keluarga inti dan tetangganya saja.
Baca juga: Perjalanan Cinta Rizky Billar & Lesti Kejora: Dijodohkan Warganet hingga Akhirnya Menikah
Baca juga: Lesti Kejora dan Rizky Billar Menikah Bulan Ini, Kepala KUA Kebayoran Lama Ungkap Tanggal & Lokasi
Rangkaian Tradisi 'Ngunduh Mantu'
1. Kedua mempelai dan orangtua pengantin wanita dan rombongannya hadir di rumah besan.
Biasanya diiringi dengan musik Gendhing Boyong Pengantin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ngunduh-mantu-nih.jpg)