Liga 1
Bos Persib Pede Hadapi Liga 1 2021: Keterlaluan Kalau Kami Tak Juara!
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar mematok target tinggi di Liga 1 2021.
Dengan komposisi yang mentereng tersebut, wajar apabila ekspektasi terhadap tim asuhan Robert Alberts begitu tinggi.
Bukan hanya bobotoh yang menggantungkan harapan tinggi terhadap prestasi Persib musim ini.
"Kami bersyukur ada banyak pemain, anggap 8 asing (asing 4 pemain + naturalisasi 4 pemain). Ini luar biasa, klub lain belum tentu, kami bersyukur. Kalau kami tak juara rasanya keterlaluan, karena pemain sudah bagus," ujar Umuh dalam pertemuan dengan tim pelatih, pemain, maupun ofisial di Sari Ater Resort, Kabupaten Subang, Rabu (25/8).
Pertemuan juga dihadiri Direktur Teddy Tjahjono, Komisaris Utama Zainuri Hasyim, Komisaris Kuswara S. Taryono.
Umuh mengatakan, pertemuan ini menjadi salah satu upaya untuk merekatkan hubungan antarpemain, pemain dengan pelatih, serta manajemen dengan pelatih dan pemain.
Selain itu, pertemuan ini dikhususkan agar tim dan manajemen memiliki satu visi dan misi membawa Pangeran Biru menjadi juara.
"Ini untuk kebersamaan, menyatukan pemain agat bisa enjoy. Ini bagus. Jangan ada yang gerah atau ada yang merasa ragu. Harus berpikir tim bagus dan bisa menang lalu juara. Semua harus berpikir rim tidak boleh ada kecemburuan. Serahkan kepada pemain siapapun akan kami dukung," ucapnya.
Umuh mengaku sangat senang karena pihak kepolisian dan pemerintah akhirnya memberikan izin untuk menggelar Liga 1.
Setelah 1,5 tahun menunggu, sepak bola Indonesia akhirnya kembali menggeliat.
"Ini suatu kebahagiaan buat semua kita diperbolehkan untuk liga dimulai, ini yang ditunggu semoga tidak ada perubahan, 27 diresmikan kita akan lebih baik. Bobotoh semua akan mengerti dan saya harap harus bisa beri contoh di Piala Menpora, semua aman dan tentram," ucapnya.
Selain itu, Umuh berharap kompetisi nanti bisa berjalan lancar dan aman.
Para pemain, pelatih, maupun yang terlibat di kompetisi terlindungi dari Covid-19.
Hal yang paling penting, menurutnya, agar semua aman dari Covid-19 adalah menegakan protokol kesehatan secara ketat.
"Tetap harus mengikuti aturan dan prokes yang utama. Sebelum bertandingan di tes antigen, setiap sebelum latihan juga akan antigen untuk agar aman, harus kontrol seperti itu. Kalau kena 1-2 orang bisa semua yang dirugikan," katanya.
Pada kompetisi kali ini, PSSI, PT LIB, pihak kepolisian, hingga pemerintah menegaskan bahwa pertandingan akan tertutup bagi suporter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/persib-34.jpg)