Berkebun Miliki Banyak Manfaat, Simak Cara Memulai Berkebun di Pekarangan Rumah
Berikut kami sampaikan informasi tentang manfaat berkebun di pekarangan rumah, simak juga cara untuk memulainya.
Berkebun Miliki Banyak Manfaat, Simak Cara Memulai Berkebun di Pekarangan Rumah
TRIBUNPALU.COM - Aktivitas berkebun memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Anda.
Tidak hanya kesehatan fisik, ternyata berkebun juga memiliki dampak bagi kesehatan mental.
Melansir dari laman Tribunnews, Berkebun dapat memaksa Anda untuk mengangkat karung, entah itu pupuk ataupun media tanam seperti tanah.
Sehingga memiliki kekuatan energi yang dikeluarkan sama dengan olahraga.
Bagi kesehatan fisik, berkebun juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah.
Jika Anda rutin melakukan aktivitas fisik sedang selama 30 menit setiap hari, maka dapat membantu mengontrol tekanan darah.
Ahli kesehatan dari The National Heart, Lung, and Blood Institute juga merekomendasikan kita untuk berkebun selama 30 hingga 45 menit untuk mendapatkan yang sama.
Sedangkan untuk kesehatan mental, berkebun dapat menurunkan risiko terkena gangguan demensia.
demensia adalah sindrom gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi fungsi kognitif, emosi dan perilaku aktivitas sehari-hari.
Demensia Alzheimer, orang awan sering menyebutnya dengan pikun merupakan penyebab utama ketidakmampuan dan ketergantungan lansia terhadap orang lain.
Baca juga: Habiskan Waktu di Akhir Pekan dengan Berkebun di Rumah, Ternyata Miliki Banyak Manfaat Kesehatan
Tak hanya itu, dalam sebuah penelitian yang ada di Belanda telah meguji kortisol dan steroid alami yang bisa membantu tubuh saat merespon stress.
Ternyata hasil membuktikan, berkebun bisa menjadi pilihan seseorang untuk meredakan stres, dan disebutkan dalam artikel Kompas.com lebih baik daripada membaca.
Demikian tadi beberapa manfaat berkebun yang bisa Anda lakukan hanya dari rumah saja.
Jika Anda masih bingung cara untuk memulainya, kami telah menyiapkan informasinya untuk Anda.
Informasi ini kami lansir dari laman Kompas, dalam artikelnya yang bertajuk "6 Tips Mulai Berkebun Sayuran di Rumah, Panduan buat Pemula".
Tips Berkebun Sayuran di Rumah
1. Mengamati pergerakan sinar matahari
Sinar matahari jadi salah satu hal yang krusial dalam pertumbuhan tanaman.
Maka dari itu Anda perlu mengetahui area mana di rumah Anda yang mendapat sinar matahari paling baik.
Jika rumah Anda menghadap ke selatan, maka Anda harus mengakalinya.
Seperti yang dilakukan oleh Praktisi urban farming dan petani kota, Sita Pujianto.
“Sinar matahari yang berlimpah di mana sih? Berarti di sana ada sumber makanan untuk tanaman agar bisa tumbuh dengan baik,” kata Sita.
Untuk mengakalinya, Sita banyak menggunakan talang air yang ditempatkan agak menjorok ke luar dari balkon rumahnya.
Karena ditempatkan agak menjorok, membuat talang tersebut bisa mendapat sinar matahari yang cukup daripada ketika ditempatkan di balkon.
Baca juga: Keunggulan Memiliki Kebun Hidroponik Sendiri di Rumah, Simak Juga Cara Pembuatannya
2. Memastikan sumber pengairan
Selain sinar matahari, sumber air juga jadi hal yang penting untuk tanaman.
Sita menyarankan pemanfaatan grey water atau air bekas terutama di musim kemarau. Pastika grey water yang digunakan tidak mengandung bahan kimia.
“Misalnya air bekas rebusan sayur, air cucian beras, air AC, itu saya tampung buat menyiram tanaman,” papar Sita.
Selain itu Anda juga bisa menggunakan air hujan.
Anda bisa membuat fasilitas penampungan air hujan agar bisa dengan maksimal menampung air hujan untuk mengairi kebun sayuran milik Anda.
3. Memilih tanaman rambat
Selanjutnya, jika kamu menanam di area balkon atau rooftop yang tak memiliki naungan di atasnya Sita menyarankan untuk banyak menanam tanaman jenis rambat.
Tanaman rambat ini bisa dimanfaatkan untuk mengurangi sinar matahari yang berlebihan di waktu tertentu.
Baca juga: Apa Itu Gangguan Obsesif Kompulsif? Kesehatan Mental Kronis yang Membuat Tidak Percaya Diri
4. Memperbanyak varian tanaman
“Jangan tanam hanya satu jenis. Rumah butuh perlindungan support system, jadi kita butuh tanaman herbs, tanaman rimpang, tanaman yang berbau, tanaman yang wangi, tanaman yang berwarna, selain sayuran yang kita tanam,” jelas Sita.
Varian tanaman yang beragam akan bisa membentuk ekosistem yang baik untuk banyak jenis binatang yang biasa ada di kebun seperti capung, lebah, dan lainnya.
Menurut Sita, itu jadi salah satu tujuan berkebun juga, membangun ekosistem baru.
5. Memperhatikan estetika tanaman
Berkebun di rumah bukan jadi alasan rumah jadi terkesan kotor dan berantakan.
Anda juga harus menjaga estetika kebun rumah.
“Pastikan jangan seperti “kebon” apa lagi sawah. Tapi harus seperti garden supaya terlihat enak. Cari (tanaman) rambat yang bikin cantik bukan yang memenuhi balkon.”
6. Memperhatikan sanitasi
Terakhir adalah memperhatikan sanitasi di kebun rumah milik Anda.
Sanitasi bukan berarti menghalau segala hama ada di kebun.
Pasalnya, akan selalu ada hama di kebun.
Anda bisa memberishkan gulma yang ada pada tanaman.
“Kan kita mau mendatangkan binatang-binatang penyubur itu. kadang mereka butuh teman. Teman ini adalah hama.
Jadi hama pada kebun ini jadi support system pada kebun kita tapi jumlahnya harus dikendalikan,” tegas Sita.
(TribunPalu.com/Hakim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/berkebun24.jpg)