Breaking News:

Palu Hari Ini

Perpanjangan PPKM Tak Pengaruhi Sektor Ekspor Impor di Palu

Ekspor impor di Kota Palu hanya akan terdampak ketika daerah penyangga bermasalah.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Aktivitas peti kemas di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, belum lama ini. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat di Kota Palu resmi diperpanjang hingga 20 September 2021.

Meski begitu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajengkris menyebut, sektor Ekspor Impor tidak terpengaruh dan masih tetap jalan seperti biasanya.

"Salah satu contoh itu walet, tidak berpengaruh. Dan permintaan tetap seperti biasanya," kata Ajengkris di ruang kerjanya Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (8/9/2021).

Ajengkris menjelaskan, Ekspor impor di Kota Palu hanya akan terdampak ketika daerah penyangga bermasalah.

Sebab, Kota Palu hanya merupakan tempat persinggahan sebelum dilakukan Ekspor impor.

Baca juga: Banyak IKM Terdampak Perpanjangan PPKM, Kadis Perindag Palu: Kita Bantu Semampunya

Dan penghasilan Kota Palu hanya didapatkan melalui pajak penitipan barang tersebut.

"Kalau pendapatan dari hasil ekspor impor itu sudah berbicara level provinsi. Karena kita tidak ada pertanian dan peternakan, maka pendapatan Pemkot Palu dari jasa saja, kalau masuk barang di Pantoloan, maka itu kena pajak" ungkapnya.

Sampai hari ini, Ajengkris belum melihat adanya penurunan Ekspor impor akibat pandemi covid-19 dan perpanjangan PPKM.

Sebab, permintaan dari luar daerah dan negara tetangga terus berdatangan.

"Barang tersimpan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu banyak siap dikirim ke daerah lain. Dan sebelum dilakukan pengiriman ke luar negeri, terlebih dahulu melalui daerah lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan," sebut Ajengkris.

Menurut data, dari banyaknya jenis barang di Ekspor, hewan dan hasil pertanian merupakan paling tertinggi dilakukan di Pelabuhan Pantoloan.

"Di pelabuhan itu selalu melakukan pengiriman, dan yang tertinggi itu hewan dan hasil pertanian," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved