Breaking News:

Vaksinasi di Sulteng

Wawali Palu: Ibu Hamil dengan Kasus Preeklampsia Tidak Bisa Ikut Vaksin

Penyakit ini sering ditandai dengan tingginya kadar protein dalam urine atau turunnya trombosit dalam darah.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
handover
Reny A Lamadjido di ruang kerjanya Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (8/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido menyebut, ibu hamil dengan kasus preeklampsia tidak diperbolehkan melakukan vaksinasi.

Preeklampsia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang muncul pada kehamilan dan setelah melahirkan.

Penyakit ini sering ditandai dengan tingginya kadar protein dalam urine atau turunnya trombosit dalam darah.

Kondisi ini biasanya terjadi pada fase akhir kehamilan atau setelah minggu ke-20.

"Jadi preeklampsia itu awalnya hipertensi jadi kalau tensinya di atas 180/110 tidak bisa," kata Reny A Lamadjido di ruang kerjanya Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Kasus Kematian Ibu dan Anak di Subang Perlahan Mulai Terungkap, Yosef Dicecar Kapolres Subang

Reny A Lamadjido menyebut terdapat empat pemeriksaan sebelum diberikan vaksinasi bagi ibu hamil, sehingga ibu hamil tidak perlu risau.

Sebelum divaksinasi, ibu hamil akan melewati tahapan skrining seperti pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, hingga ditanya soal riwayat penyakit.

Kemudian, pemberian dosis pertama vaksinasi dimulai pada trimester kedua kehamilan dan untuk pemberian dosis kedua dilakukan sesuai dengan interval dari jenis vaksin.

"Jadi tidak usah, karena sebelum melakukan vaksinasi akan dilakukan screening dulu kepada ibu hamil," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved