Breaking News:

Palu Hari Ini

Peternak Ayam Petelur di Pengawu Palu Terancam Gulung Tikar

Sebanyak 1.000 rak lebih Telur tersimpan di gudang hanya dalam dua minggu produksi.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Rustam, Ketua Kelompok Peternak Unggas Mandiri Jl Malontara, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sedikitnya 18 Peternak Ayam petelur di Jl Malontara, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, berhenti beroperasi selama Pandemi Covid-19.

Selain karena harga telur anjlok dan meningkatnya biaya produksi, PPKM Level 4 Palu juga tak kunjung berakhir.

Ketua Kelompok Peternak Unggas Mandiri Kota Palu Rustam menilai, rekanan Peternak Ayam seperti warung dan toko banyak tutup, permintaan konsumen pun kian menurun.

Hal itu membuat penghasilan Peternak Ayam ayam terus menurun di tengah peningkatan produksi.

"Kalau penurunan harga telur berdampak karena pandemi tidak kunjung berakhir dan perpanjangan PPKM yang berlevel-level ini, sementara itu warung-warung tutup," kata Rustam, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Harga Pakan Melejit, Telur Anjlok, Peternak Ayam di Palu Menjerit

Rustam menyebut, kini Telur banyak menumpuk di gudang akibat tidak laku dijual.

Padahal sebelumnya, permintaan Telur di Kota Palu tak mampu dipenuhi pengusaha.

Sebanyak 1.000 rak lebih Telur tersimpan di gudang hanya dalam dua minggu produksi.

"Sangat menurun permintaan dari konsumen sekarang, sebelumnya semua hasil produksi ayam petelur terserap habis bahkan kita membutuhkan suplai dari Sidrap," ungkapnya.

Rustam menambahkan, akibat banyaknya Telur tak laku di pasaran, Kelompok Peternak Unggas Mandiri berinisiatif memberikan telur kepada korban banjir di Desa Rogo Sigi.

Baca juga: Komisi I DPRD Sulteng Jamin Seleksi KI Objektif dan Selektif

"Agar Telur yang ada di gudang itu bisa tersalur, walaupun istilahnya harganya tidak ada, dan kita sekarang ini kalau mau beli pakan tergantung dari aset," jelasnya.

Rustam meminta kepada Pemerintah Kota Palu agar lebih memperhatikan nasib para pengusaha ayam peternak.

"Untuk mengontrol dan mengurai kebutuhan peternak sekarang ini," ucapnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved