Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Satgas Covid-19 Sulteng Tanggapi Kesalahan Data BOR Rumah Sakit di Palu

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Sulawesi Tengah (Sulteng) Nilam Sari Lawira menanggapi kejadian salah input data bed occupancy rate (BOR).

Penulis: fandy ahmat | Editor: Muh Ruliansyah
Youtube/TribunPalu Official
Wakil Ketua Satgas Covid-19 saat wawancara di program TribunPalu Motesa-Tesa, Selasa (14/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Ketua Satgas COVID-19 Sulawesi Tengah (Sulteng) Nilam Sari Lawira menanggapi kejadian salah input data Bed Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur rumah sakit oleh pemerintah Kota Palu. 

Nilam mengatakan, kesalahan input data sistem informasi termasuk BOR rumah sakit bisa saja terjadi. 

Akan tetapi, ia meminta pemerintah Kota Palu melakukan perbaikan kesalahan input data tersebut karena telah menimbulkan kontroversi. 

"Kesalahan seperti ini bisa saja terjadi di mana saja. Namun kedepan mesti diminimalisir karena hasilnya berpengaruh terhadap kebijakan yang dikeluarkan," ujar Nilam di acara TribunPalu Motesa-Tesa, Selasa (14/9/2021). 

Meski menimbulkan kontroversi, Ketua DPRD Sulteng itu mengaku tak ingin memperuncing keadaan. 

Bagi Nilam, memperbaiki kesalahan lebih utama dibanding membesar-besarkan masalah. 

"Bukan waktunya saling menyalahkan, segera cari solusi dan perbaiki. Setiap kebijakan termasuk dalam penanganan COVID-19 harus mengacu pada data yang akurat," tuturnya. 

Sebelumnya, Hadianto Rasyid menyebut ada kesalahan dalam pengelolaan data BOR rumah sakit rujukan COVID-19.

Menurutnya, saat ini data BOR rumah sakit rujukan COVID-19 berada di bawah 30 persen.

Sedangkan standar BOR menurut WHO ialah 60 persen.

Sehingga, kata Hadianto, Kota Palu seharusnya sudah bisa masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua penyebaran COVID-19.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved