Breaking News:

Universitas Tadulako

Puluhan Pegawai Kebersihan Geruduk Dekanat FEB Untad, Ini Persoalannya

Aksi tersebut digelar karena mereka tak terima UPT Natalita dibawa-bawa dalam kisruh pengelolaan dana Badan Layanan Umum (BLU) Untad. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Puluhan karyawan tergabung dalam UPT Penataan dan Pengelolaan Lingkungan (Natalita) Universitas Tadulako (Untad) berunjuk rasa, Selasa (21/9/2021).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Puluhan karyawan tergabung dalam UPT Penataan dan Pengelolaan Lingkungan (Natalita) Universitas Tadulako (Untad) berunjuk rasa, Selasa (21/9/2021). 

Aksi itu berlangsung di Depan Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah

Koordinator Parang Taufik mengatakan, aksi tersebut digelar karena mereka tak terima UPT Natalita dibawa-bawa dalam kisruh pengelolaan dana Badan Layanan Umum (BLU) Untad. 

Hal itu menyusul pernyataan Dosen FEB Untad sekaligus Ketua Kelompok Peduli Kampus (KPK) Prof DJayani Nurdin saat tampil di Podcast Youtube Faktasulteng beberapa waktu lalu. 

"Kami lihat di Youtube bahwa saudara Prof Jayani menyinggung kami (UPT Natalita) ke dalam masalahnya. Sementara UPT Natalita jelas masuk dalam OTK Untad sesuai Permenristek Dikti," ujar Taufik dalam orasinya. 

Baca juga: Kelompok Peduli Kampus Ribut Soal Anggaran, BPK Bakal Audit Untad

Baca juga: Akademisi Untad Bentuk Kelompok Peduli Kampus dan Sorot Penggunaan Dana, Ada Apa?

Taufik menganggap Prof Djayani telah lama menaruh kebencian terhadap UPT Natalita. 

Menurutnya, hal itu terlihat saat mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan tersebut maju dalam pemilihan rektor (Pilrek) 2019 silam. 

"Saat pidato jelang Pilrek, saudara Prof Djayani mengungkapkan ingin membubarkan Natalita. Sekalipun kami pekerja rendahan, justru kami mempertanyakan apa yang telah saudara buat selama ini untuk kemajuan Untad," tuturnya. 

Merasa UPT Natalita diremehkan, Taufik mendesak Prof Djayani meminta maaf atas pernyataannya secara terbuka melalui Youtube. 

"Kami meminta Prof Djayani meminta maaf di Youtube dan kepada kami dalam kurun waktu 3x24 jam. Jika tidak, maka kami akan mencari untuk meminta pertanggunggjawaban atas ucapannya mempersoalkan Natalita," ucap Taufik.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved