Breaking News:

Sulteng Hari Ini

PT ATS dan PLN Suluttenggo Teken Perjanjian Jual Beli Daya 170 MVA

Keduanya meneken Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dan Surat Perjanjian Jual Beli Renewable Energy Certificate (SPJBREC).

Penulis: Nur Saleha | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ELA
Proses penandatanganan SPJBTL dan SPJBREC oleh PT Anugerah Tambang Smelter dan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo, Kamis (23/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM,PALU - PT Anugerah Tambang Smelter (ATS) meneken surat perjanjian jual beli daya 170 Mega Volt Ampere (MVA) dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo), Kamis (23/9/2021).

Keduanya meneken Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dan Surat Perjanjian Jual Beli Renewable Energy Certificate (SPJBREC).

Penandatanganan itu berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Jl Jendral Basuki Rahmat nomor 127, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara (Sulmapana) PT PLN (Persero) Syamsul Huda mengatakan, di Sulawesi Tengah miliki potensi Nikel sangat besar.

Dengan demikian, sesuai kebijakan pemerintah bahwa nikel tersebut harus diolah melalui industri hilir agar memberikan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia.

Baca juga: Indonesia Punya Cadangan Nikel Terbanyak di Dunia, Ekonom: 90 Persen Dinikmati China

Maka dari itu, PT ATS dinilai menjadi perusahaan yang membutuhkan energi listrik sangat besar.

Sehingga PT. PLN Persero dengan PT ATS melakukan jual beli tenaga listrik dengan layanan premium silver dan jual beli renewable energy certificate daya 170 MVA.

"PLN sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kelistrikan siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut," jelas Syamsul Huda pada sambutannya.

Sebelumnya kata Syamsul, pada tanggal 1 Juli 2021 penandatanganan jual beli itu dimulai dengan nota MoU yang diteken bersama di kantor PLN wilayah Suluttenggo.

"Alhamdulillah dalam waktu 2 bulan sejak penandatangan MoU tersebut, tepat hari ini dapat dilanjutkan dengan penandatangan SPJBTL dan SPJBREC," ucapnya.

Proses pekerjaan konstrulsi penyaluran tenaga listrik ke PT ATS itu akan berlangsung kurang lebih 20 bulan sejak penandatanganan surat perjanjian jual beli tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved