Breaking News:

Kunjungan Menteri

Negara Fokus Penanganan Pandemi, Pembentukan Sulawesi Timur Kandas

Warga dan Pemerintah Kabupaten Banggai dan lima daerah lain di sekitarnya mengupayakan pembentukan Sulawesi Timur sejak tahun 2000.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Mendagri Tito Karnavian bersama Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi saat jumpa pers usai rapat terbatas di Kantor Gubernur Sulteng. 

TRIBUNPALU.COM - Warga di Timur Pulau Sulawesi tak bisa berharap banyak lagi setelah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengumumkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sulit terwujud.

Hal itu disampaikan mantan Kapolri itu saat bertandang ke Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (25/9/2021)

“Pengembangan wilayah itu sangat tergantung kemampuan keuangan Negara,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat jumpa pers di kantor Bupati Banggai.

Diketahui, warga dan Pemerintah Kabupaten Banggai dan lima daerah lain di sekitarnya mengupayakan pembentukan Sulawesi Timur sejak tahun 2000.

Bahkan DPRD Sulteng pernah menyepakati pelepasan enam kabupaten untuk bergabung dengan Provinsi Sulawesi Timur.

Wilayah pemekaran Sulawesi Timur terdiri dari Kabupaten Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Morowali Utara, Morowali, Tojo Una-una, dan Kabupaten Banggai.

“Pembentukan DOB membutuhkan biaya untuk membangun infrastuktur. Seperti kantor OPD dan perekrutan PNS. Macam-macam, belum gaji-gajinya. Itu semua sangat tergantung pada kapasitas fiskal negara,” jelas Tito Karnavian.

Baca juga: 5 Menteri Ini Kekayaannya Meningkat Selama Pandemi, Pengamat: Problem Etik Serius

Sebelum pandemi Covid-19, kata Tito, pihaknya telah menyiapkan skenario untuk pemekaran DOB di 317 wilayah.

Baik provinsi, kabupaten maupun kota bersama Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD).

“Itu bentuk skenario untuk pemekaran dengan skala prioritas, saya  tidak sebutkan (daerah mana saja). Banyak pertimbangan, dewan itu yang menentukan. Tapi begitu pandemi, pendapatan berkurang, belanja naik,” kata Tito.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved