Nama Anies Disebut Dalam Kasus CPNS Bodong Anak Nia Daniaty, Korban Seolah Dilantik Gubernur DKI
Kasus dugaan penipuan berkedok penerimaan CPNS anak Nia Daniaty kini memasuki babak baru.
TRIBUNPALU.COM - Kasus dugaan penipuan berkedok penerimaan CPNS anak Nia Daniaty kini memasuki babak baru.
Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahkan ikut terseret dalam kasus tersebut.
Salah satu korban penipuan menyebut nama Anies.
Menurut pengakuan korban, sebelum mengikuti proses pelantikan, mereka diberikan link Zoom dengan modus pelantikan virtual.
Oli sapaan Olivia Nathania--juga meyakinkan korban jika mereka sah jadi PNS dan sudah dilantik Anies Baswedan.
Dalam pelantikan virtual bodong itu terdapat 100 peserta yang mengikuti acara itu.
Baca juga: Aksi Pengecut KKB Papua Serang Anggota TNI saat Tidur, Kini Diburu Hingga ke Ujung Dunia
Baca juga: Didi Mahardika Sebut Soekarno Dibunuh di Wisma Yasoo, Begini Detik-detik Kepergian Sang Proklamator
Seorang korban bernama Jadit, mengaku sempat menerima link zoom dari Oli terkait pelantikan CPNS yang dijanjikan.
Jadit tertarik mengikuti rekrutmen jalur prestasi untuk jabatan PNS di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta yang diketahui bodong.
Jadit bercerita, ada 100 CPNS yang dilantik secara virtual dalam link zoom yang diberikan oleh Oli. Namun, anehnya rangkaian proses hanya berlangsung 3-5 Menit.
"Pelantikan itu berlangsung 8 April 2021. Oli berkilah pelantikan dilakukan secara virtual karena pandemi Covid-19. Peserta pun hanya mengikuti sesi zoom meeting selama 3 menit," kata Jadit di Polda Metro Jaya, Jumat (1/10/2021).
Dalam pelantikan virtual bodong itu, terdapat gambar audiovisual Anies mengucapkan selamat kepada para CPNS.
Namun, korban tak sedikitpun menaruh curiga perihal apakah Anies memang melantiknya atau hanya video mirorring yang diberikan host agar seolah-olah Gubernur DKI Jakarta itu benar melantik korban.
"Iya jadi seolah-olah tengah dilantik. Saya enggak tahu itu hanya rekaman atau asli. Tapi saya dapat link zoomnya dan bersama 100 peserta lainnya," tutur Jadit.
Jadit menuturkan, pelantikan CPNS itu seolah-olah dihadirkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Ada pembukaan hingga menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti para peserta.