Isi Surat Terbuka Irjen Napoleon Bonaparte, Ngaku Bukan Koruptor hingga dan Diperalat Seseorang

Irjen Napoleon Bonaparte kembali membuat surat terbuka dari dalam Rutan Bareskrim Polri.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/2/2021). Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. 

TRIBUNPALU.COM - Irjen kembali membuat surat terbuka terkait kasus yang tengah dihadapinya saat ini.

Surat ini ditulis dari dalam Rutan Bareskrim Polri

Kali ini, jenderal bintang dua itu mengaku bukanlah koruptor dan tengah diperalat oleh seseorang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan kasus hukum yang tengah menjerat Irjen Napoleon masih dalam proses penyelesaian oleh penyidik Polri.

"Itu masih proses (pengakuan surat terbuka Napoleon bukan koruptor), masih proses itu semua nanti penyidik yang akan menyelesaikan kasus ini," kata Rusdi kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Di sisi lain, Rusdi menyampaikan Polri masih belum berencana untuk melakukan tes kejiwaan kepada Irjen Napoleon.

"Sejauh ini tidak ada (tes kejiwaan Irjen Napoleon)," tutupnya.

Baca juga: Nasib Irjen Napoleon Terancam 5 Tahun Penjara Akibat Hajar Kece, Bareskrim Polri: Bisa Lebih Tinggi

Sebagai informasi, terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra Irjen Pol Napoleon Bonaparte kembali membuat surat terbuka.

Kali ini, dia mengaku bukanlah koruptor.

Kuasa hukum Irjen Napoleon, Ahmad Yani membenarkan adanya surat terbuka tersebut. Adapun surat terbuka tersebut bertujuan untuk merespons kasus terkini yang menjeratnya.

Berikut isi surat terbuka Napoleon:

SAATNYA BANGKIT

Saudara-saudaraku sebangsa dan se-tanah air,

Sebenarnya selama ini saya sudah mengalah dalam diam karena terbelenggu oleh seragamku.. untuk tutup mulut dan menerima nasib apapun yang mereka tentukan.

1. Hari ini aku berteriak, "AKU BUKAN KORUPTOR" seperti yang dibilang oleh Pengadilan sesat itu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved