Breaking News:

Pemilu 2024

KPU Sulteng Mengaku Kesulitan Rekrut Petugas KPPS Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah mengakui kesulitan mencari petugas Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) jelang Pemilu 2021.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
FANDY
Anggota KPU Sulteng Sahran Raden saat memberi sambutan di acara sosialisasi dan pendidikan pemilih jelang Pemilu Serentak 2024 di Aula Rektorat Unismuh Palu Jl Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah mengakui kesulitan mencari petugas Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) jelang Pemilu 2024.

Hal itu diungkapkan Anggota KPU Sulteng Sahran Raden di acara Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dalam menyongsong Pemilu Serentak 2024 di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Jumat (7/10/2021) siang. 

"Sekarang ini merekrut anggota KPPS sangat sulit karena ada pembatasan terkait regulasi. Seperti anggota PPK dan PPS tidak boleh menjabat dua periode," ujarnya. 

Selain itu, Sahran juga menyebut beban kerja petugas KPPS sangat berat seperti saat penyelenggaraan Pemilu 2019.

Petugas penyelenggara Pemilu, baik dari KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun personel Polri telah banyak menjadi korban. 

Baca juga: Gempa Tektonik 4,5 Magnitudo Guncang Doda Poso, Terasa Hingga Lawua Sigi

Baca juga: Kompolnas Banjir Surat Aduan Masyarakat Soal Kinerja, Kini Citra Kepolisian Terancam Merosot

"Jika dievaluasi Pemilu 2019 tentu hari ini sangat banyak tantangan. Masih teringat jelas begitu banyak petugas penyelenggara Pemilu meninggal dunia kala itu," tutur Sahran. 

Ia menjelaskan, Pemilu 2024 masih berpedoman dengan model yang diterapkan pada Pemilu 2019.

Setiap pemilih akan disodorkan 5 surat suara, yakni pemilihan presiden, DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Pada kesempatan itu, Sahran meminta Unismuh Palu turut berkontribusi dengan melakukan riset kepemiluan di Sulawesi Tengah

"Riset-riset ini menjadi penting untuk meningkatkan literasi politik jelang Pemilu 2024. Selama ini belum ada riset khusus yang membahas masalah kepemiluan di Sulteng," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved