Breaking News:

Banggai Hari Ini

Terpidana Kasus Ilegal Logging Kejati Gorontalo Tertangkap di Banggai

DPO Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo itu bernama Yancen Tengkilisan alias Ko Yancen.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
handover
Tersangka kasus illegal logging Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sabtu (9/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Seorang DPO terpidana kasus ilegal logging ditangkap di bengkel Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (9/10/2021).

DPO Kejati Gorontalo itu bernama Yancen Tengkilisan alias Ko Yancen.

Penangkapan melibatkan Kejati Sulteng dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai.

Tim Intel Kejati Sulteng yang dipimpin Kasi C Bidang Intelijen Filemon Ketaren mengatakan, pihaknya telah berhasil membantu tim Intel Kejati Gorontalo menangkap terpidana ilegal logging tersebut.

"Pengintaian mulai dilakukan pukul 08.00 Wita. Di bengkel milik DPO di Desa Boyou, dan dipastikan dirinya berada di tempat," jelas Filemon.

Baca juga: Selamatkan Uang Negara Rp 60 Miliar, Rusdy Mastura Apresiasi Kinerja Kejati Sulteng

Baca juga: Kejati Sulteng Sumbang Rp 143 Juta untuk Renovasi Masjid Al-Hukama Badan Diklat Kejagung RI

Setelah memastikan terpidana berada di lokasi pukul 11.30 Wita, tim kemudian bergerak dan melakukan penangkapan.

"Terpidana ditangkap tanpa perlawanan. Kami langsung membawa ke kantor Kejari Banggai untuk pemeriksaan kesehatan dan identitas diri," lanjut mantan Kacabjari Bunta itu.

Setelah dipastikan identitas serta kondisi kesehatan terpidana, tim intel Kejati Gorontalo akan langsung segera membawanya ke Gorontalo untuk menjalankan hukuman.

DPO terpidana Yancen Tengkilisan telah divonis bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1942 K/Pid.Sus/2018.

Yancen Tengkilisan dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 500 juta rupiah subsider 3 bulan.(*)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved