Breaking News:

Soroti Aksi Baim Wong Marahi Kakek-kakek yang Minta Uang, Sosiolog: Bener Ning Ora Pener

Aksi yang dilakukan Baim Wong ternyata menuai sorotan dari sosiolog Siti Zunariyah.

(Youtube Baim Paula)
Baim Wong marah dibuntuti kakek-kakek yang minta uang 

TRIBUNPALU.COM - Aksi yang dilakukan Baim Wong ternyata menuai sorotan dari sosiolog Siti Zunariyah.

Siti Zunariyah menggambarkan fenomena yang dialami Baim Wong seperti istilah dalam bahasa Jawa bener ning ora pener atau bahasa Indonesianya "benar, tetapi tidak tepat"

Seperti diketahui sejak Minggu (10/10/2021), video YouTube Baim Paula yang berjudul "Adiknya Kiano, Udah Pengen Cepet2 keluar..Mamah Pau Langsung ke Rumah Sakit" viral di sosial media.

Pasalnya, di dalam video tersebut terekam momen Baim menegur seorang kakek.

Setelah berhenti, suami Paula Verhoeven ini kemudian menghampiri kakek tersebut dan bertanya niatnya mengikuti dia.

Tak jelas alasan yang diucapkan kakek tersebut, tapi terdengar Baim kemudian menegur kakek yang mengendarai motor itu karena minta uang.

"Terus apa hubungannya ngejar-ngejar saya minta-minta uang?," tegur Baim.

Baca juga: Postingan Uncle Teebob Soal Baim Wong Marahi Kakek Suhut Hilang: Ada yang Panas Terus Report ya?

Baca juga: Baim Wong Tuai Kritikan karena Marahi Kakek-kakek, Paula Verhoeven: Orang Berhak Berpendapat

"Bantu saya, saya jualan ini," kata kakek itu kemudian.

Tak berhenti, Baim kembali menegur sikap kakek yang mengikutinya untuk menawarkan barang yang dijual.

"Ngikut-ngikutin saya sampai berapa kilo tadi, ngapain jangan (minta-minta), enggak ada," kata Baim sambil berjalan, pergi meninggalkan kakek tersebut.

"Tuh kayak dia tuh kerja," ucap Baim kemudian sambil memberikan uang pada ojek online yang sedang berhenti tak jauh dari Baim.

Baim kemudian membagi-bagikan uang pada ojek online dan juga pedagang warung di dekatnya.

"Tuh kasih uang karena kerja nih, tuh kasih uang kerja, kerja nih kasih duit, jangan ngemis," tutur Baim.

"Masak ngemis ngikutin, malu-maluin aja, ngejar-ngejar minta duit, jangan gitu engggak bagus, minta dikasihani mulu hidup, jangan," lanjut Baim.

Sikap Baim tersebut dinilai netizen berlebihan dan banyak yang kecewa kepadanya. Namun di sisi lain, ada yang memaklumi sikap Baim.

"Setidaknya hargainlah itu kan orang tua, dia pikir orang-orang akan setuju dan muji dia dengan tindakannya itu," tulis @echaaaax.

"Watak asli Baim keluar, dia baik karena konten bagi-bagi uang dapat uang," tulis @_djisamsoe_234.

"Kak Baim kayaknya bapak-bapak itu bukan mau ngemis, dia mau nawarin dagangannya yang ada di dalam tas. Coba dengerin dulu si bapaknya ngomong, dia kan orang tua," tulis @elnino284.

"Tapi jujur kalau aku di posisi itu juga bete banget rasanya," tulis @meowmei19.

Tanggapan sosiolog

Siti yang merupakan dosen sosiologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menilai, sikap Baim Wong ini mirip istilah dalam bahasa Jawa bener ning ora pener atau benar tetapi tidak tepat.

Ada dua hal yang dilihat Siti dari kasus Baim Wong ini.

"Kalau saya, sebagai yang belajar tindakan sosial, sebenarnya yang dilakukan oleh Baim Wong bisa dinilai dalam dua sudut pandang," kata Siti kepada Kompas.com, Selasa (12/10/2021).

Pertama, jika Baim Wong mengatasnamakan tindakannya sebagai sebuah pembelajaran kepada kakek agar bekerja dan tidak malas, Siti melihat, secara rasional hal tersebut masuk akal.

"Artinya, tujuannya baik," ungkap dia.

Namun persoalannya, kata Siti, kita hidup di lingkungan atau budaya yang tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Nah, tindakan yang diambil Baim untuk menyampaikan tujuan tersebut dinilainya tidak tepat. Inilah poin kedua yang dilihat Siti.

"Tidak cukup hanya tujuannya baik, tapi harus dilakukan dengan cara yang baik dan mempertimbangkan nilai-nilai yang ada, termasuk menghargai orang tua dan sebagainya," jelasnya.

"Benar bahwa menyadarkan atau memberi tahu orang kalau bekerja keras itu penting. Tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik," imbuhnya.

"Bener, ning ora pener, kalau orang Jawa bilang."

Menurut Siti, kasus Baim Wong ini menyadarkan kita bahwa ketika bertindak harus mempertimbangkan dua aspek tersebut. Tujuan yang rasional dan mempertimbangkan dimensi nilai.

"Dalam hal ini, kalau menilai Baim Wong ya berarti dia harus mengevaluasi kembali (tindakannya)," kata Siti.

Pasalnya, tujuan yang awalnya ingin menjadi pembelajaran bagi netizen atau penonton YouTube Baim Wong, pada akhirnya justru tidak dapat tersampaikan.

Dikhawatirkan sekadar konten

Karena Baim Wong belakangan ini cukup populer, terlebih dengan konten YouTubenya yang suka bersedekah, Siti mengkhawatirkan hal ini hanya untuk kepentingan pribadi yakni semakin melambungkan namanya.

"Jadi kemungkinan itu by setting untuk semakin melariskan popularitasnya. Saya kok khawatirnya ke sana," kata Siti.

"Namun sekali lagi, ini hanya kekhawatiran saya. Bisa jadi juga memang natural seperti itu, karena kita hanya melihat sepotong tidak tahu behind the scenenya seperti apa, yang kita nilai dari yang dilihat saja."

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Baim Wong Tegur Kakek, Sosiolog: Bener Ning Ora Pener", 
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved