Senin, 11 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Sosok Maryam G Mailili, Penyusun Kamus Bahasa dan Pelestari Budaya Buol

Maryam Galu Mailili menjadi satu dari beberapa penerima penghargaan bupati pada peringatan HUT ke 22 Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Tayang:
Penulis: mahyuddin |
TRIBUNPALU.COM/Mahyuddin
Maryam Galu Mailili usai menerima penghargaan sebagai Pelestari Budaya Buol di Lapangan Upacara Kantor Bupati Buol Jl Batalipu, Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Selasa (12/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Mahyuddin

TRIBUNPALU.COM, PALU - Maryam Galu Mailili menjadi satu dari beberapa penerima penghargaan bupati pada peringatan HUT ke 22 Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Wanita kelahiran Bokat 29 September 1949 itu menerima penghargaan dari Bupati Amiruddin Rauf di lapangan kantor bupati, Jl Batalipu, Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Sulteng.

Maryam menerima penghargaan sebagai Pelestari Budaya Buol.

Penghargaan itu bukanlah yang pertama diterima Anggota Penasehat Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Buol Itu.

Baca juga: Doa Kapolres di HUT Ke-22 Kabupaten Buol: Semoga Negeri Pogogul Semakin Maju

Baca juga: Cara Unik Bupati Buol Capai Vaksinasi Covid-19 60 Persen, Beri Barang yang Didambakan Warga

Pada tahun 2020 lalu, Maryam juga menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ini kuasa Tuhan, saya tidak pernah mengira bisa berbuat seperti ini," kata Maryam kepada TribunPalu.com, Rabu (13/10/2021).

Maryam Galu Mailili usai menerima penghargaan sebagai Pelestari Budaya Buol di Lapangan Upacara Kantor Bupati Buol Jl Batalipu, Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Selasa (12/10/2021).
Maryam Galu Mailili usai menerima penghargaan sebagai Pelestari Budaya Buol di Lapangan Upacara Kantor Bupati Buol Jl Batalipu, Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Selasa (12/10/2021). (TRIBUNPALU.COM/Mahyuddin)

Nenek yang telah memiliki 6 cucu itu mengukir kecintaanya di bidang kebudayaan saat menjadi pegawai negeri di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekira tahun 1978.

Kala itu masih bernama Departemen Pendidikan dan Kebudyaan.

Alumni Diploma II Universitas Terbuka Palu itu kemudian menyusun kamus Bahasa Buol kemudian menjadikannya sebuah buku dengan judul 'Kamus Bahasa Buol-Indoensia'.

"Bahasa Buol itu seperti Bahasa Inggris. Punya Tenses dan Degrees Of Comparison atau kata sifat yang digunakan untuk membandingkan suatu hal," jelas Maryam.

Baca juga: Peringati HUT ke-22, Bupati Amirudin Cerita Perjuangan Pembentukan Kabupaten Buol 

Baca juga: HUT Kabupaten Buol ke-22, Hanya Ada 6 Karangan Bunga

Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Buol itu mencotohkan, pernyataannya itu dengan menggunakan kata "Mandi".

"Modigu itu mandi, Du Modigu sementara mandi dan Ma Modigu mau mandi," papar Maryam.

"Modoka artinya besar, Bedoka lebih besar, Sambedoka sangat besar, Sambe Kinoko Doka Lyaut
sangat besar sekali," jelasnya lagi.

Kamus Bahasa Buol-Indoensia ciptaan Maryam G Mailili
Kamus Bahasa Buol-Indoensia ciptaan Maryam G Mailili yang disimpan Kadis Kominfo Buol. (TRIBUNPALU.COM/Mahyuddin)

Maryam juga sempat mengeyam pendidikan di Fakultas Bahasa Inggris di perguruan tinggi keguruan cabang Ujung Pandang di Kota Palu tahun 70-an.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved