Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Sosok Maryam G Mailili, Penyusun Kamus Bahasa dan Pelestari Budaya Buol

Maryam Galu Mailili menjadi satu dari beberapa penerima penghargaan bupati pada peringatan HUT ke 22 Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Penulis: mahyuddin | Editor: Putri Safitri
TRIBUNPALU.COM/Mahyuddin
Maryam Galu Mailili usai menerima penghargaan sebagai Pelestari Budaya Buol di Lapangan Upacara Kantor Bupati Buol Jl Batalipu, Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Selasa (12/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Mahyuddin

TRIBUNPALU.COM, PALU - Maryam Galu Mailili menjadi satu dari beberapa penerima penghargaan bupati pada peringatan HUT ke 22 Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Wanita kelahiran Bokat 29 September 1949 itu menerima penghargaan dari Bupati Amiruddin Rauf di lapangan kantor bupati, Jl Batalipu, Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Sulteng.

Maryam menerima penghargaan sebagai Pelestari Budaya Buol.

Penghargaan itu bukanlah yang pertama diterima Anggota Penasehat Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Buol Itu.

Baca juga: Doa Kapolres di HUT Ke-22 Kabupaten Buol: Semoga Negeri Pogogul Semakin Maju

Baca juga: Cara Unik Bupati Buol Capai Vaksinasi Covid-19 60 Persen, Beri Barang yang Didambakan Warga

Pada tahun 2020 lalu, Maryam juga menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ini kuasa Tuhan, saya tidak pernah mengira bisa berbuat seperti ini," kata Maryam kepada TribunPalu.com, Rabu (13/10/2021).

Maryam Galu Mailili usai menerima penghargaan sebagai Pelestari Budaya Buol di Lapangan Upacara Kantor Bupati Buol Jl Batalipu, Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Selasa (12/10/2021).
Maryam Galu Mailili usai menerima penghargaan sebagai Pelestari Budaya Buol di Lapangan Upacara Kantor Bupati Buol Jl Batalipu, Kelurahan Leok, Kecamatan Biau, Selasa (12/10/2021). (TRIBUNPALU.COM/Mahyuddin)

Nenek yang telah memiliki 6 cucu itu mengukir kecintaanya di bidang kebudayaan saat menjadi pegawai negeri di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekira tahun 1978.

Kala itu masih bernama Departemen Pendidikan dan Kebudyaan.

Alumni Diploma II Universitas Terbuka Palu itu kemudian menyusun kamus Bahasa Buol kemudian menjadikannya sebuah buku dengan judul 'Kamus Bahasa Buol-Indoensia'.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved