Berita Populer Sulteng
Berita Populer Sulteng: Ujian Susulan CPNS Kemenkumham hingga Bandara Sultan Bantilan Tolitoli
Berikut tiga Berita Populer Sulteng di TribunPalu.com, sejak Minggu (17/10/2021) hingga hari ini, Senin (18/10/2021).
TRIBUNPALU.COM - Berikut tiga Berita Populer Sulteng di TribunPalu.com, sejak Minggu (17/10/2021) hingga hari ini, Senin (18/10/2021).
Kemenkumham Sulteng menggelar ujian susulan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)menjadi salah satu Berita Populer Sulteng di TribunPalu.com kemarin.
Selain itu ada juga Berita Populer Sulteng lainnya mengenai Bandara Sultan Bantilan Tolitoli hanya melayani dua penerbangan dalam seminggu.
Baca juga: Dinilai Tidak Becus, Kemenpora Banjir Hujatan Netizen Indonesia Usai Menang Piala Thomas 2021
Baca juga: Kenapa Bendera Merah Putih Tak Berkibar Saat Kemenangan Indonesia di Piala Thomas Cup 2021?
1. Kemenkumham Sulteng menggelar ujian susulan CPNS
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar ujian susulan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Peserta mengikuti test susulan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) karena sebelumnya terkonfirmasi Covid-19.
Itu diselenggarakan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu, Jl Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulteng.
Adapun ujian CPNS Sulteng itu diikuti 30 peserta.
Pantauan Wartawan TribunPalu.com, Minggu (17/10/2021) pagi, pelaksanaan ujian dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.
Peserta CPNS Kemenkumham Sulteng tetap mengikuti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, dan mencuci tangan menggunakan sabun.
Kemudian, penyelenggara juga mengecek kelengkapan berkas peserta CPNS.
Baca juga: Tepat Hari Ulang Tahun, Kepulangan Tukul Arwana dari Rumah Sakit Disambut Haru Keluarga
2. Target Adipura, TRC DLH Palu Rutinkan Bersih-bersih Jalan
Tim Reaksi Cepat (TRC) Adipura Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu merutinkan bersih-bersih jalan.
Minggu (17/10/2021), kegiatan yang digalakkan Bidang Pengelolaan Sampah dan Libah B3 DLH Palu itu menyasar Jl Gatot Subroto, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Palu Hisyam Baba mengatakan, monitoring dilakukan untuk menindaklanjuti instruktur dari Wali Kota Palu.
"TRC DLH Palu dengan kekuatan 3 personel dibantu tiga penyapu jalan, pada hari ini turun langsung membersihkan rumput dan pasir yang ada di bahu jalan dan trotoar sepanjang Jl Gatot Subroto," jelas Hisyam.
TRC DLH Palu membersihkan jalan tersebut kemudian dilanjutkan kembali Pemadam Kebakaran.
"Selanjutnya akan dibersihkan kembali melalui penyiraman Dinas Damkar Kota Palu," tuturnya.
"Alhamdulillah, kegiatan TRC Adipura DLH Palu ini berjalan aman dan lancar tanpa kendala," tutur Hisyam menambahkan.
Baca juga: Pria-Wanita Diduga Pasangan Mesum Digerebek di Bangkep, Sang Perempuan Berasal dari Luwuk Banggai
3. Bandara Sultan Bantilan Tolitoli Hanya Layani 2 Penerbangan Tiap Pekan
Bandara Sultan Bantilan Tolitoli masih dalam tahap renovasi dan hanya melayani dua penerbangan dalam seminggu, yaitu Rabu dan Jumat.
Bandara Bantilan terletak di Kelurahan Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Petugas Bandara Bantilan Tolitoli Ari Pratama mengatakan, bandara tersebut diresmikan dua tahun lalu.
Calon penumpang terbilang banyak dan jadwal penerbangan pun padat.
Namun, hal itu berbanding terbalik setelah pandemi Covid-19 mewabah.
Hanya maskapai Wings Air yang melayani penerbangan di Bandara Sultan Bantilan Tolitoli.
"Penumpang sekarang hanya tinggal 20 orang saja. Kalau sebelum Covid-19 bisa capai 40 orang dalam sekali penerbangan," tutur Ari Pratama, Minggu (17/10/2021).
Penerbangan rute Tolitoli-Palu hanya 40 menit saja.
Tak hanya ke Kota Palu, penerbangan di bandara tersebut juga melayani rute Tolitoli-Makassar dan Tolitoli-Manado.
"Untuk biaya tiket itu sekitar Rp 600 ribu tujuan Palu. Ada juga rute lain tapi harus transit di Palu dulu," ujarnya.
Penerbangan Bandara Sultan Bantilan Tolitoli hanya menerapkan swab antigen.
Itu karena tidak ada layanan PCR di Tolitoli.
"Biaya pemeriksaan rapid tes antigen di sini sekitar Rp 200 ribu" sebutnya.
(TribunPalu.com)